Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Ep 7 ( bagian 1 )

 Goddess of Fire Jung Yi, Sinopsis
Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi episode 7 akhirnya bisa saya posting juga malam ini. Maaf jika terlambat karena di tempat saya listriknya lagi gak stabil, mati-nyala terus, dan itu sangat mengganggu penulisan dan pempostingannya. Tak usah berlama-lama lagi, bagi temen-temen yang sudah penasaran dengan terusan drama ini. yuk kita simak ceritanya.
Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi episode 7 !!!!

Tae Do akhirnya menemukan Jung Yi yang sedang menangis sendiri. Merasa ada yang mendekatinya, Jung Yi pun mendongakkan kepalanya, betapa terkejutnya dia saat mengetahui kalau orang yang dihadapannya itu adalah pencuri yang mengambil ikat pinggang giok darinya. Kontan saja Jung Yi menjerit, “kau! Pencuri! Tangkap pencuri itu!”

Kebetulan di sekitar itu sedang ada prajurit yang berpatroli, saat mereka mendatangi tempat Jung Yi menjerit, mereka tidak menemukan siapa2. Ternyata Tae Do sudah menarik Jung Yi dan bersembunyi. Jung Yi berusaha memberitahukan keberadaannya pada prajurit2 itu, namun mulutnya dibekap oleh Tae Do.

Tae Do membawa Jung Yi ke sebuah gudang, dia kemudian menunjukkan sepatu jerami miliknya pada Jung Yi. Jung Yi langsung mengambilnya dan berkata kalau dia pikir dia sudah kehilangan sepatu itu untuk selamanya. Jung Yi pun mengucapkan terima kasih pada Tae Do.
Masih ßềLū♏ sadar kalau orang yang dihadapannya adalah Jung Yi, Tae Do langsung mengeluarkan pedangnya dan menghunuskannya pada Jung Yi.
“Dimana pemilik sepatu ini?”
“Itu ªкŭ…” Jawab Jung Yi.
“ªкŭ akan bertanya lagi, dimana pemilik sepatu ini?”
“ªкŭ adalah pemilik sepatu ini. Lihatlah…” Jung Yi lalu memakai sepatu jerami itu, dan tidak lupa dia juga mengikatkan talinya seperti yang di lakukan Tae Do saat itu.

Melihat itu, Tae Do tersentak, dia langsung menjatuhkan pedangnya dan membantu Jung Yi memasangkan tali pada sepatu itu. Bukan hanya Tae Do yang sadar kalau itu adalah Jung Yi, karena Jung Yi pun tersadar kalau orang yang ada di depannya adalah Tae Do.
“Kakak…”
“Sekarang sepatu ini sangat pas dengan kakimu”

Jung Yi langsung memeluk Tae Do. Oooooooh….. So sweet nyaaaaa.
“Kakak…..”
“Maafkan ªкŭ…. Karena tak mengenalimu…”
“Tidak apa2. Apa kau tahu ªкŭ sangat merindukanmu?” Tanya Jung Yi sambil menangis.
“ªкŭ sungguh-sungguh minta ♏ααƒ Jeong.” Jawab Tae Do yang juga menangis.

Kita beralih pada P Gwang Hee yang punggungnya sedang ditusuk2 dengan jarum akupuntur. Memar itu disebabkan oleh batu yang dilempar oleh Jung Yi. Saat itu Jung Yi melakukannya untuk mengusir para perampok, tapi karena Jung Yi melemparnya tidak beraturan jadi batu itu mengenai P Gwang Hee. Dan Jung Yi beralasan dia melakukan itu untuk menyelamatkan P Gwang Hee. LOL
Saat tabib bertanya apa penyebab memar itu, P Gwang Hee menjawab kalau orang yang sudah menyelamatkan hidupnya yang melakukan itu.

Beralih lagi pada Jung dan Tae Do. Jung Yi sudah terlihat lelah dan mengantuk, dia bersandar di bahu Tae Do. Setengah mengantuk Jung Yi berkata kalau dia harus pergi ke Bun Won.
“Kau tahu….. kenapa ªкŭ ingin menjadi seorang pengrajin tembikar? Dan kenapa kita berpisah selama ini?”
“Jeong-ah….” ßềLū♏ sempat Tae Do mengatakan apapun, ternyata Jung Yi sudah tertidur. Tae Do menjaga Jung Yi semalaman, dia bahkan tak bergerak sedikitpun agar Jung Yi merasa nyaman.

Pagi pun tiba, sinar matahari masuk ke dalam gudang, dengan penuh perhatiannya, Tae do menghalangi sinar matahari pada Jung Yi dengan menggunakan tangannya.
Dalam hati Tae Do berkata, “Kita akhirnya bertemu lagi, tapi kau berrencana untuk pergi lagi. Kau tak tahu, betapa sulitnya untukku hidup tanpamu.”

Jung Yi terbangun. Dia langsung mengeluh kalau Tae Do berubah. Tae Do tak mengerti pada apa yang Jung Yi katakan. 
“aku tertidur dalam posisi yang tidak nyaman. Seharusnya kau baringkan aku atau yang lain.”
“itu tak berlaku lagi sekarang karena kau sudah besar.”

Tae Do membantu Jung Yi berdiri, namun tiba2 dia memberi serangan pada Jung Yi. Bukan hanya satu kali, Tae Do sampai melakukan 3 serangan, sampai Jung Yi merasa kesakitan dan menyerah.  Jung Yi mengeluh kenapa dia harus mempelajari itu semua. 
“kau bilang mau pergi ke Bun Won? Kau tidak akan bertahan lama berada di tengah orang2 itu, kau akan terluka.”
“maafkan aku, kak… aku pernah berjanji kalau aku tidak akan pergi jika kita bertemu lagi…”

“cepat pergi sebelum aku berubah pikiran.” Ucap Tae Do sambil memejamkan matanya.
“kau tak mau melihatku?”
Tae Do membuka matanya lagi dan berkata kalau dia harus pergi ke suatu tempat jadi dia akan pergi duluan.
Tae Do pergi ke hutan dan menebas semua rumput yang akan menjadi penghalang jalan Jung Yi. Dalam hati dia berkata, “kau selalu melakukan kehendakmu sendiri. Aku akan menjagamu, mulai sekarang. Jeong-ah.

Jung Yi datang dan melewati jalan yangsudah Tae Do buat untuknya, Tae Do mengawasinya dari jauh. Tiba2 ada sekelompok perampok yang mengincar Jung Yi, tapi untung saja ada Tae Do, sebelum perampok itu melukai Jung Yi, mereka sudah diringkus oleh Tae Do.

Jung Yi akhirnya sampai ke tempat tujuannya dengan selamat. Dia sudah masuk ke dalam barisan peserta kompetisi. Untuk kompetisi pertama yang harus di lakukan oleh peserta adalah mencari kayu bakar dan letakkan di tempat pembakaran sebelum Matahari terbenam. 
Karena Jung Yi terlihat lemah, jadi dia selalu dihalang2i oleh peserta yang lain. Setiap dia mendapat pohon yang akan dia tebang, peserta yang lain tiba2 datang dan menyerobotnya. 
Jung Yi berjalan sendiri menjauhi rombongan, dia teringat kata2 kakek Sa Seung yang mengatakan kalau tak semua pohon itu sama, untuk menyalakan api pembakaran pinus ( cemara ) merahlah jagonya. 

Tanpa Jung Yi sadari dia melewati perbatasan, dia masuk ke area yang dilarang. Tepat di saat dia akan menebang batang pinus itu, dua prajurit datang menghentikan Jung Yi.
“beraninya kau mau menbang pohon milik negara!”
“aku hanya menjalani ujian masuk Bun Won.” Ucap Jung Yi berusaha menjelaskan.
Salah satu prajurit itu mengatakan kalau Jung Yi sudah melewati tali merah yang sudah dipasang, itu tandanya tidak seorangpun di-ijinkan masuk area tersebut. Jung Yi baru sadar akan kesalahannya.
Dua prajurit itupun langsung menyeret Jung Yi ke penjara. Jung Yi meronta2 dan mengatakan kalau dia tidak salah, dia tak tahu apa2.
Jung Yi berusaha menjelaskan kalau dia sedang mengikuti ujian masuk Bun Won, dan dia harus mengambil kayu bakar sebelum matahari ternggelam. Jung Yi memohon keringanan untuk melakukan tes terlebih dahulu, namun prajurit itu tak mengizinkannya malah akan mengatakan kalau mereka sudah menangkap peserta seleksi pada pihak Bun Won.

Yook Do menyampaikan pada ayahnya kalau saat seleksi pekerja pembantu berlangsung sudah terjadi masalah. Yups masalah apalagi kalau bukan masalah yang ditimbulkan oleh Jung Yi yang mencoba menebang pohon pinus di hutan Barat Daya. 
“pengawas macam apa kau ini, seharusnya kau jangan terlalu lama berdiam diri, sampai kejadian seperti ini terjadi. Apakah masalah ini sudah terbayang olehmu? Menebang pohon pinus milik kerajaan adalah kesalahan yang fatal, hukumannya di ranjam ( cambuk ) 100 kali! Jika berita ini sampai ke telinga istana, tidak tahu reputasi Bun Won jadi seperti apa?”
Yook Do menyadari kelalaiannya, dan dia akan mengakui semuanya pada P Sin Song. Mendengar apa yang akan Yook Do lakukan membuat Kang Chun marah.

Kang Chun sengaja tidak ingin melibatkan P Sin Song, karena itu dia menemui P gwang Hee. Euuuummmm…. dasar Kang Chun, kayakanya dia akan memanfaatkan P Gwang Hee untuk menyelesaikan masalah itu.
Pada P Gwang Hee, Kang Chun beralasan kalau P Sin Song masih sangat muda jadi dia tak bisa meminta solusi untuk masalah tersebut. 

Di penjara Jung Yi terus bersuara sampai2 penjaga tak tahan mendengarnya. Jung Yi terus memohon untuk dikeluarkan. Penjaga itu mengatakan kalau sebentar lagi P Gwang Hee akan datang, jadi dia menyuruh Jung Yi untuk memohon padanya. 
P Gwang Hee datang sebagai orang yang mengurusi masalah di Bun Won. Jung Yi teringat dengan P Gwang Hee yang dia lihat di rumah gisaeng ( P Imhae ).
“Jika dia adalah P Gwang Hee, dia akan mendengarkanku dan percaya padaku. Aku selamat!” ucap Jung Yi dengan semangat.
P Gwang Hee tiba, tanpa melihat wajah P Gwang Hee, Jung Yi langsung mengenalkan dirinya.
“Yang Mulia, Namaku Tae Pyung. Kita pernah bertemu di rumah gisaeng, aku yang menemukan dan menghilangkan sabuk giok mu. Tetapi aku juga yang membayar semua tagihanmu waktu itu. juga, aku yakin mungkin kau sudah dengar kalau aku bersaha mencari sabuk itu kemana2 di seluruh pen juru kota, mohon ampuni aku berdasarkan usahaku waktu itu. aku mohon…” setelah mengatakan itu, Jung Yi mendongakkan kepalanya dan melihat wajah P Gwang Hee. “Tuan?”
Jung Yi masih belum sadar kalau orang yang dihadapannya adalah P Gwang Hee, dia masih menganggap kalau orang itu adalah utusan P Gwang Hee, dan yang bernama P Gwang Hee adalah orang yang dia temui di rumah Gisaeng. Jung Yi terus memohon agar dia dibebaskan, karena permohonannya tidak dikabulkan akhirnya dia mengancam, jika tidak dia buka mulut, dan P Gwang Hee akan dalam masalah besar. P Gwang Hee tidak takut akan ancaman Jung Yi dan akan tetap menghukum Jung Yi.
Saat P Gwang Hee melangkah akan pergi, Jung Yi berkata, “aku tidak salah! Tolong bebaskan aku Tuan!” ucapan Jung Yi berhasil menghentikan langkah P Gwang Hee. “aku harus masuk Bun Won. Sudah keinginanku menjadi pengrajin tembikar! Hanya itu… satu-satunya mimpinku. Tolong bantu aku sekali ini saja, agar aku bisa mewujudkan impian itu.”

Mendengar kata2 Jung Yi, P Gwang Hee teringat obrolannya bersama ayahnya saat dia masih muda dulu. Ayahnya bertanya pekerja pembantu seperti apa yangP Gwang Hee harapkan? P Gwang Hee menjawab “meskipun posisi itu rendahan, suatu hari , beberapa hari dari mereka diharapkan bisa membuat tembikar, dan bahkan menjadi Pengrajin Istana. Aku menginginkan pekerja yang punya mimpi besar. Orang yang punya impian menjadi pengrajin tembikar.”
Karena Jung Yi adalah orang seperti yang dia inginkan untuk menjadi pekerja pembantu di Bun Won, P Gwang Hee pun melemah dan mengatakan kalau ujian pertama sudah berakhir, selain itu Jung Yi adalah seorang kriminal yang sudah mengacaukan semuanya, jadi siapa yang akan menerima Jung Yi. 
Jung Yi menjawab kalau biarkan masalah itu, Kepala Bun Won yang memutuskannya. Jung Yi juga meminta Tuan yang ada di depannya itu untuk menyapaikan tentang dia pada P Gwang Hee dan meminta untuk membebaskan dirinya. 
P Gwang Hee sendiri tak mau mengaku kalau dialah P Gwang Hee, pada Jung Yi dia berjanji akan menyampaikan semuanya pada P Gwanh Hee. Mendengar itu Jung Yi sangat senang dan langsung berterima kasih.

Tae Do pergi ke istana, dia ingin ikut tes militer. Sebelum mengikuti tes, Tae Do bertanya pada panitia, jika dia bisa mendapat peringkat pertama dia bisa memilih sendiri tempat tugasnya seperti yang dia inginkan. Panitia itu tidak percaya kalauTae Do bisan menjadi peringkat pertama, jadi dia menyuruh Tae Do untuk ters terlebih dahulu dan membuktikannya jika dia bisa. 
Tae Do melakukan tes memanah, dan dia mendapat peringkat pertama. Tes kedua adalah duel dan dia tetap menjadi pemenangnya. 
Flashback!

Sebelum ke tempat tes militer, tae Do mendatangi Ketua Son terlebih dulu untuk bertanya cara agar dia bisa masuk ke Bun Won. Ketua Son menjawab kalau dia tak bisa banyak membantu karena hubungan dia dan Bun Won saat ini sedang tidak bagus, Ketua Son malah menawari tae Do untuk bergabung dengan kelompok dagang nya. Tentu saja tae Do menolak, karena yang dia inginkan adalah masuk Bun Won agar bisa melindungi Jung Yi. 
Mendengar jawaban Tae Do yang menolak masuk ke kelompok dagangnya, Hwa ryung kecewa. Tae Do keluar dan Hwa Ryung mengejarnya. Hwa Ryung bertanya alasan Tae Do ingin masuk, apa semua itu untuk membalas kematian Eul Dam. 
“bukan begitu” jawab Tae Do.
“berapa lama lagi kau harus terus mengejar bayangan Jeong? Apakah selama ini belum cukup? Kakak… kau harus hidup untuk dirimu juga. Jeong sudah tiada. Biarkan dia istirahat dengan tenang.”
Tae Do tak menjawabnya dan berniat langsung pergi, tiba2 langkahnya berhenti saat Hwa Ryung memberitahu kalau dia dengar, jika bisa mendapatkan peringkar pertama di ujian militer, “kau bias memilih penempatan semaumu.” Tae Do menoleh. Hwa Ryung meneruskan kata2 nya, “aku harap semuanya segera berakhir. Perasaanmu terhadap Jeong aku harap…. aku harap berakhir suatu saat nanti, dan kau bisa hidup untuk dirimu.”

Kembali pda pertandingan, di mana sekarang adalah tes duel. Dengan mudah Tae Do berhasil mengalahkan semua lawannya dan akhirnya dia juga menang dalam tes bertarung. 

Jung Yi akhirnya dikeluarkan dari sel, dia sangat senang dan sangat berterima kasih pada P Gwang Hee. 
Jung Yi langsung melanjutkan tes nya, diapun pergi kehutan untuk mencari kayu bakar. Jung Yi akhirnya mendapatkan kayu yang dia inginkan. Setelah mengumpulkan semua kayu tersebut, dia datang ke Bun Won. Jung Yi bertemu dengan Jong Soo, Jung Yi ketakutan kalau saja Jung Soo bisa mengenali dirinya, namun untungnya Jong Soo tak mengenali kalau Tae Pyung adalah Jung Yi. 

Namun saat mendengar kalau namanya Tae Pyung, Jong Soo langsung berubah sinis karena dia sudah dengar tentang peserta yang bernama Tae Pyung yang sudah  membuat masalah karena masuk area terlarang.  
Jong Soo mendorong kepala Jung Yi dengan telunjukknya dan berkata kalau berkat jung Yi kemarin Bun Won menjadi kacau. Jong Soo juga bertanya2 kenapa bisa P Gwang Hee membebaskan Jung Yi. 
Jong Soo lalu bertanya apa yang sedang Jung Yi lakukan di Bun Won. Dengan polosnya Jung Yi menjawab kalau dia datang membawa kayu bakar yang diperintahkan kemarin, karena dia ditahan jadi dia tak bisa menyerahkan kayu bakar cariannya. 
Kesal, Jong Soo berkata kalau ujiannya sudah selesai dan menyuruh Jung Yi pergi. Tentu saja Jung Yi tak mau, dia langsung menarik2 lengan Jong Soo dan memintanya dibiarkan masuk Bun Won untuk bertemu dengan pengawas ujian. 
Tepat disaat itu Yook Do keluar. Jong Soo berusaha menjelaskan kalau Jung Yi adalah orang yang sudah membuat Bun Won kacau. Namun Yook Do tak terlalu menggubrisnya, dia malah tertarik pada kayu bakar yang di bawa oleh Jung Yi. 
Yook Do bertanya kenapa Jung Yi membawa kayu bakar seperti itu, “ukuran kayu bakar tidak selaras, dan bentuknya juga acak.”
“dihutan itu, kayu pinus terbaik yang kudapatkan hanya kayu ini, tapi kayunya masih muda, jadi aku memcoba mempertahankan cicin tahunan dan biji-bijinya. Juga dengan ukuran ini apinya akan sangat bagus.”
Yook Do bertanya lagi kenapa kulitnya harus Jung Yi kuliti. Jung Yi menjawab kalau kulitnya bisa melukai tembikar kalau meletus-letus. Mendengar Jung Yi dapat menjawab dengan baik, Jong Soo yang tak menyukainya langsung menghasut Yook Do untuk tak mendengarkan Jung Yi, karena Jung Yi adalah orang yang sudah membuat keonaran di Bun Won kemarin.
Jung Yi langsung membela diri kalau dia masuk area itu hanya untuk mencari pinus merah lagi pula dia sudah mendapat hukuman karena masalah itu. tanpa mendengarkan penjelasan dan permohonan Jung Yi lebih banyak lagi, Yook Do langsung menyuruh Jong Soo mengantar Jung Yi ke asrama Pekerja baru.
Tentu saja Jong Soo tak terima, dia mengingatkan Yook Do, kalau sampai Kang Chun mendengarnya, pasti dia akan marah. 
“Itu urusanku.” Jawab Yook Do. 
Masih tak rela, Jong Soo tetap mengantarkan Jung Yi ke kamarnya. Namun dia tetap memperingatkan Jung Yi kalau panitia ujian tidak akan menerima orang seperti Jung Yi. 
(hmmmm…. adai Jong Soo tau itu adalah Jung Yi anak sabahatnya… pasti berubah sikapnya)
Dalam hati Jung Yi berkata, “ini aku… Jeong. Perkataanmu tidaklah lebih buruk dari pada menahan rasa sakit ini, karena harus berpura-pura. Aku tak bisa menyembunyikan, kalau aku sangat bahagia bisa melihat paman lagi.

Yook Do langsung mengatakan pada Kang Chun kalau dia sudah menerima Jung Yi. Seperti yang di katakan Jong Soo sebelumnya, pasti Kang Chun tidak akan setuju karena Jung Yi adalah seorang kriminal dan sudah mengacaukan ujian. Kang Chun menyuruh Yook Do untuk mengeluarkannya, namun Yook Do bersikeras ingin menjadikan Jung Yi sebagai pelayannya. 
“aku salah satu yang mencetuskan membuat Ujian sekelsi pekerja pembantu, dan aku juga yang mengawasi ujian ini. Aku juga yang mengizinkan dia masuk lagi. jika aku mengusirnya sekarang, akan jadi apa reputasiku nanti?”
Kang Chun terkejut karena Yook Do sudah mulai membantahnya, Yook Do meminta ayahnya untuk percaya padanya, kalau dia bisa melihat bakat seseorang. 

Jong Soo membawa Jung Yi untuk menghadap Kang Chun. Jung Yi akan diuji dengan ujian mengenal tanah. Jong Soo bertaruh 10 nyang dengan temannya, dan dia menebak kalau Jung Yi pasti gagal. Dan temannya mengatakan hal yang sebaliknya kalau dia juga bertaruh 10 nyang jika Jung Yi berhasil. 

Melihat Kang Chun, Jung Yi teringat dengan percakapan mereka saat berada di tempat Ketua Son. Dimana saat itu Kang Chun mengatakan kalau Eul Dam adalah seorang pengkhianat. Tanpa sadar mereka berdua saling tatap.
Yook Do memperkenalkan Kang Chun sebagai kepala Bun Won pada Jung Yi. Jung Yi memberi hormat dan memperkenalkan diri dengan nama Tae Pyung. Kang Chun mengatakan kalau Jung Yi ingin menjadi pekerja tetap di Bun Won, Jung Yi harus lolos ujian darinya. 
Dalam hati Jung Yi berkata, “aku sangat jelas mengingatmu. Jika aku harus menghadapi rintangan yang kau berikan untuk masuk Bun Won, akan kulakukan.”
Kang Chun mengulangi lagi kata2nya, “jika kau bisa melewati tes ini, aku akan menerimamu sebagai pekerja pembantu. Dan jika kau gagal, jangan berani datang ke Bun Won lagi. kau menerimanya?”
“ya tuan.”

Dihadapan Jung Yi sudah ada 3 buah piring tanah, Kang Chun memerintahkan Jung Yi untuk mengenali tanah mana yang sangat baik untuk dijadikan mangkuk, beserta alasan dari jawaban Jung Yi. 
Sebelum mencoba merasakan tanahnya, Jung Yi menutup matanya sendiri dan mulai merasakan tanahnya dengan indera peraba dan penciumannya. Dia teringat pada pesan Sa Seung yang mengatakan, “tanah yang berasal dari tanah lapang mengandung bunga di dalamnya. Jadi mangkuknya akan beraroma bunga. Tanah berasal dari pantai laut mengandung kehidupan yang berada di pantai dan rasanya seperti lautan jika di sentuh. Lebih dari mata yang melihat, jika kau harus melihat apa yang tak terlihat.”
Setelah merasakan semua tanah, Jung  Yi berkata dalam hati, “sifat merekatnya terlalu rendah untuk menjadi tanah liat.” Jung Yi juga memakan tanah itu.”kelembutannya itu, mengandung banyak biji-biji kasar, untuk menjadi tanah liat putih”
Setelah puas mencari tahu, akhirnya Jung Yi selesai, dia membuka ikat matanya. 
Kang Chun mengulangi pertanyaannya lagi dan meminta Jung Yi menjawabnya dan menjelaskan jawabannya. Pertanyaan Kang Chun adalah mana tanah yang bagus. Jung Yi menjawab kalau tak ada tanah yang bagus.
“Maksudku ªкŭ tak bisa memilih, ketiga2nya pada dasarnya adalah tanah yang sama. Yang ini dan yang ini, ketiganya adalah tanah dari lapukan daun bukan tanah liat putih.”
Kang Chun tertawa dan berkata kalau jawaban Jung Yi cukup bagus, namun menurut Kang Chun, Jung Yi salah.
“Tuan faktanya adalah dia tahu kalau ketiga tanah itu adalah lapukan daun, itu sudah sangat cukup membuktikan kalau dia memiliki kemampuan dasar. Tolong jangan singkirkan dia.” Bela Yook Do.
Kang Chun berkata kalau Jung Yi tidak memberikan jawaban yang dia inginkan, “apakah ßềLū♏ saatnya dia ditendang keluar? Apakah kau meminta hak istimewa?” Tanya Kang Chun pada Yook Do.
Namun Jung Yi menambahkan lagi jawabannya, “ketiganya adalah tanah yang sama, hanya saja tanah yang pertama mengandung air hujan, yang kedua mengandung air yang mengalir, dan yang ketiga mengandung air sulingan dan juga ketiganya memiliki sifat berbeda, punya struktur yang sama.”
Kang Chun terkejut dengan analisis Jung Yi, “kau…. Bagaimana kau bisa tahu itu?”
Tak menjawab pertanyaan Kang Chun, Jung Yi malah bertanya apa dia lulus?

Jung Yi keluar dengan lemas, Jong Soo dan temannya yang memang menunggu Jung Yi di luar langsung bertanya, “apa kau gagal?”

Tanpa menunggu jawaban dari Jung Yi, Jong Soo langsung meminta uang taruhan. Tiba2 Jung Yi bersuara, “ªкŭ lulus!”
Jong Soo benar2 tak percaya, temannya langsung meminta uang 10 nyang dari Jong Soo.

Kembali ke ruangan sebelumnya, dimana masih ada Yook Do dan Kang Chun.
“ªкŭ sudah begitu percaya diri dengan ketegasanku, tentang kemampuan seseorang. Bagaimanapun juga, ªкŭ harus mengakui kau mampu melampauiku.” Puji Kang Chun pada anaknya, tapi tak tau kenapa ekspresi wajah Yook Do terlihat tak senang sehingga Kang Chun melanjutkan kata2nya. ” Kau sudah membuktikan keputusanmu, kenapa ekspresi wajahmu seperti itu?”
“Dia hanya mencoba menjadi pekerja pembantu. ªкŭ melihat kemampuan dasarnya, tetapi ªкŭ tidak menyangka dia sehebat itu. Sejujurnya ªкŭ bingung.” Jawab Yook Do.
Kang Chun menghampiri anaknya dan berkata kalau setiap orang memiliki kemampuan berbeda2. “Sepanjang karirku di Bun Won, ªкŭ sudah banyak melihatnya. Keahlian yang lebih baik dariku tentang tanah dan api. Namun mereka bukanlah ancaman bagiku, karena ªкŭ tau bagaimana cara membimbing mereka. Biarkan dia menjadi pembantumu dan gunakan kemampuannya itu untukmu. Sainganmu…. Adalah dirimu, ingatlah…” 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Bagikan ke teman: