Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Ep 4 ( Bagian 1 )

 Goddess of Fire Jung Yi, Sinopsis
Sinopsis Goddess of Fire Jung Yi episode 4 di mulai dari Raja yang datang ke kuil persembahan untuk memeriksa semua persiapannya. Raja tiba2 marah saat melihat Guci Raja Tae Jo di bawa dengan cara sembarangan. Dimarah seperti itu orang yang memegang guci itu langsung gemetaran.
Tanpa diberi komando, tiba2 Yook Do maju kedepan dan merebut guci tersebut. Kontan saja Raja marah, karena Yook Do memperlakukan guci itu dengan sembarangan.
Yook Do langsung berlutut dalam hati dia berkata, “Yang Mulia, guci ini tak boleh digunakan untuk keegoisan. Apalagi untuk mendapatkan posisi Ran Chong. Kesepakatan yang anda dan Eul Dam lakukan, akan ªкŭ paparkan pada dunia.”
Yook Do benar2 sudah termakan dengan hasutan ayahnya. Dia sekarang jadi membenci Eul Dam yang di kiranya berniat mengambil alih jabatan ayahnya.

“Yang Mulia, mohon Yang Mulia tenang. Guci Raja Tae Jo sebelumnya telah pecah.” Semua orang tersentak mendengarnya. Raja pun langsung melihat ke P Gwang Hee sebagai orang yang dipercaya menjadi pengawas acara persembahan.

Beralih ke Jung Yi dan Eul Dam yang dengan tenang duduk bersama di depan rumah mereka. Jung Yi bertanya pada ayahnya, “pasti tak akan ada masalah kan?”
Eul Dam hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan, dalam hati dia berkata, tidak akan ada masalah asalkan hidup Jung Yi terjamin .

Kembali lagi ke istana, Yook Do dengan mempertaruhkan reputasinya sebagai pengrajin tembikar mengatakan kalau memang benar guci Raja Tae Do ini, sebelumnya sudah pecah.

Raja kemudian mengambil guci tersebut dan memperhatikannya. Tak terlihat sedikitpun pecahan pada guci tersebut. Yook Do kemudian menambahkan kalau guci tersebut keliatannya saja tidak ada cacatnya, “jika diijinkan, hamba akan membuktikannya pada Yang Mulia.”
Raja menyetujuinya, tapi jika apa yang dikatakan Yook Do tak terbukti, “kau harus membayar penghinaanmu terhadap leluhur, dan juga kebencian orang2 yang ada disini. ªкŭ akan mengeksekusimu, mengerti?”

Yook Do tak takut, dia tetap ingin membuktikan apa yang sudah dia katakan. Melihat keberanian anaknya itu, membuat Kang Chun terperanjat.
Yook Do mempraktekkan apa yang sudah ayahnya ajarkan padanya. Sebuah guci yang sudah diperbaiki akan terlihat cacatnya saat guci itu diisi dengan air panas. Guci tersebut diisi air, semua orang melihat ke arah guci tersebut dengan raut penasaran, apa yang akan terjadi dengan guci tersebut.

Yook Do menjelaskan kalau air panas yang dituangkan pada tembikar yang pernah pecah dan perekatnya menggunakan putih telur maka airnya akan merembas keluar. P Gwang Hee benar2 terlihat was2.

Beralih ke jung yi dan Eul Dam, dimana Jung Yi menceritakan kalau awalnya dia ♏ªϋ menggunakan putih telur sebagai perekat, tapi karena Sa Seung memakan telurnya, jadi Jung Yi menggunakan getah cacing tanah sebagai perekatnya, ” tapi sungguh ajaib, mungkin karena mereka memakan tanah, sehingga tak ada cela di guci tersebut. Benar2 seperti ßềLū♏ pernah diperbaiki.”

Raja dan yang lainnya menunggu efek apa yang akan diberikan air panas tersebut pada guci Raja Tae Jo, namun setelah lama menunggu tak ada air yang merembas dari guci tersebut.

Yook Do benar2 ketakutan, “seharusnya terjadi keretakan, Ayah, ada apa sebenarnya ini?” Ucap Eul Dam dalam hati.
Kang Chun juga terkejut, perkiraannya lepas sasaran, “ternyata Eul Dam tak menggunakan putih telur.”
Raja sudah tak ingin lagi menunggu, lagi pula air yang berada di guci juga sudah dingin. Yoon Dok ketakutan, dia langsung berlutut.

Raja murka, dia menyuruh pengawal untuk menyeret Yook Do pergi. Yook Do benar2 ketakutan dan Kang Chun masih terdiam tak berkata apa2.

Jung Yi sedang tertidur di pangkuan Eul Dam, sambil membelai rambut Jung Yi, dalam hati Eul Dam berkata, “Kang Chun…. Sekali saja….. Lepaskan kami…. ªкŭ hanya ingin hidup tenang dengan anak ini….. Sekali saja….. Lepaskan kami….”

Kang Chun tak bs tinggal dia anak nya akan diseret seperti itu, dia berdiri di samping Yook Do dan mencoba memberi penjelasan kepada Raja. Dia ingin membuktikan apa yang dikatakan Yook Do benar.

Kang Chun mengangkat guci itu dan tanpa basa basi, Kang Chun langsung menjatuhkannya, kontan saja itu membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut, lebih2 Raja. Sebelum Raja mengeluarkan kata2 marahnya, Kang Chun memberikan 2 serpihan guci yang sudah pecah tersebut.

Kang Chun meminta Raja untuk memperhatikan dua pecahan guci tersebut, antara bekas pecahan lama dan pecahan baru terlihat berbeda, pada bekas pecahan lama terlihat seperti ada bekas perekatnya.

Setelah melihatnya sendiri, Raja bertambah marah dan berteriak bertanya siapa yang sudah melakukannya. Tak ingin terus berdiam diri, akhirnya P Gwang Hee buka mulut dan mengakui kalau dialah yang melakukannya.

Raja benar2 tak bisa percaya pada apa yang dikatakan P Gwang Hee, Raja pun menanyakan siapa yang memperbaikinya. P Gwang Hee menjawab kalau dia juga lah yang memperbaikinya, “selain putramu, tidak ada yang terlibat. Harap hukum putramu ini saja.” Ucap P Gwang Hee pasti.

Raja bukan org bodoh yang bisa percaya begitu saja, karena dia tau persis siapa anaknya. P Gwang Hee tak mempunyai keahlian di bidang tembikar. Raja kemudian melihat perabotan yang sudah di buat Eul Dam. Dengan cepat Raja bisa menebak kalau Eul Dam lah yang memperbaikinya.
Raja lalu mengeluarkan perintah untuk menangkap Eul Dam. P Gwang Hee mencoba menghentikannya dengan mengatakan kalau dialah yang melakukannya, mendengar P Gwang Hee terus berkata seperti itu, memancing amarah Raja sampai2 Raja mengangkat piring yang dia pegang dan berniat dilemparkannya pada P Gwang Hee. Semua orang tercengang.

Namun tidak dengan P Imhae, Penasehat Istana dan Kang Chun, mereka semua tersenyum senang.

Akhirnya ªкŭ menang darinya, Eul Dam, apa kau siap? ” ucap Kang Chun dalam hati.

Eul Dam memindahkan Jung Yi yang tertidur ke kamarnya. Dia tertawa saat melihat tingkah Jung Yi yang tak ♏ªϋ diselimuti, padahal dia sudah tertidur.

Saat Eul Dam keluar dari kamar Jung Yi, dia langsung di kepung pleh para prajurit yang akan menangkapnya. Eul Dam terduduk lemas.

Jung Yi terbangun, dan dia mengejar ayahnya yang di bawa para prajurit. Jung Yi berusaha menjelaskan kalau ayahnya tak bersalah tapi dialah yang bersalah. Namun para prajurit itu tak menghiraukan Jung Yi, karena terus disingkirkan dari jalan mereka, Jung Yi kesal dan menggigit tangan salah satu prajurit.
Prajurit yang digigit tadi langsung menyuruh anak buahnya untuk memukuli Jung Yi. Untung Tae Do datang, dengan cepat Tae Do langsung menjadi perisai untuk Jung Yi yang dipukuli.

Jung Yi berusaha mengejar ayahnya lagi, namun langkahnya terhenti saat melihat Tae Do terluka karena diriya. Saking shock-nya atas apa yang terjadi, Jung Yi pun langsung pingsan.

Ratu In Bin kesal dengan apa yang terjadi, pasalnya walau P Gwang Hee sudah mengaku dialah yg memecahkan guci tersebut, tapi Raja tak melakukan apa2 pada P Gwang Hee. Raja juga tak menyebut P Gwang Hee sebagai pengkhianat, Raja malah menyalahkan orang yang memperbaikinya.

Ratu menyuruh penasehat untuk mengumpulkan para pejabat, “target penting kita bukan pengrajin tembikar, melainkan P Gwang Hee.”

Yups! Ratu mengumpulkan pejabat untuk memprotes keputusan Raja yang tak memberi hukuman berat kepada P Gwang Hee.

P Gwang Hee menemui Raja dan memohon untuk melepaskan Eul Dam, P Gwang Hee mengaku kalau dialah orang yang bersalah dalam masalah ini, dan dia juga mengaku telah mengancam akan membunuh Eul Dam jika Eul Dam tak mau memperbaiki guci tersebut.

Raja kesal dan memberitahu P Gwang Hee kalau semua pejabat sipil dan militer ada di tempat kejadian, mereka tak akan diam saja, “kesalahanmu akan menjadi lebih buruk, apa kau masih tidak mengerti?”
Raja benar-benar menganakemaskan P Gwang Hee, terlihat dari cara dia melindungi P Gwang Hee dari hukuman itu.
“Takut dihukum, lebih baik mencari kambing hitam, apa ini yang diajarkan Raja pada anaknya?” Jawab P Gwang Hee yang tak setuju pada keputusan Raja yang memberikan semua tanggung jawab kesalahan pada Eul Dam.
“ªкŭ melakukannya untuk melindungimu. KEMBALI KE RUANGANMU! Jangan harap bisa pergi selangkahpun dari kamarmu.” Ucap Raja dan langsung beranjak pergi.

Sebelum keluar Raja berkata kalau dialah yang akan mengadili Eul Dam.

Eul Dam ternyata sudah mengakui kalau semua itu adalah kesalahannya, baik itu yang memecahkan tembikar maupun yang memperbaikinya. Melihat Eul Dam yang pasrah menerima hukuman mati, Raja jadi penasaran apa yang Eul Dam sembunyikan.

Eul Dam menerima tanggung jawab kesalahan itu hanya untuk melindungi Jung Yi dan P Gwang Hee, namun dia tak bisa mengatakan itu semua pada Raja.

Jung Yi sendirian di rumahnya. Dia sedih dan menangis. Di luar rumah Tae Do hanya bisa berdiri disana tak bisa melakukan apa2.

Di kamarnya, P Gwang Hee merasa tak tenang, dia hendak keluar kamar namun ternyata kamarnya sudah di jaga ketat, sehingga dia tak bisa pergi kemana2.

Tae Do masih setia menunggui Jung Yi di luar rumah. Tiba2 Jung Yi keluar dan tanpa berkata sepatah kata pada Tae Do dia langsung berjalan pergi.

Di istana, para pejabat berkumpul. Mereka menyampaikan aspirasi mereka pada Raja. Penasehat Yi sebagai pembicara mengatakan pada Raja untuk segera mengadili P Gwang Hee.

Raja pun akhirnya mengeluarkan titah sebagai hukuman para pelaku pemecah Guci Raja Tae Jo, “Meskipun keahlian Eul Dam sempurna, tapi kejahatan menipu keluarga kerajaan tidak bisa dimaafkan. Penjahat Eul Dam akan diberi hukuman penggal. Kemudian, karena telah melakukan konspirasi, sesuai hukum P Gwang Hee… harus bersiap meninggalkan istana dalam waktu satu minggu, di cabut jabatannya dan diasingkan dari istana selama satu tahun.”

Dengan semangaat Penasehat Yi akan menyampaikan hukuman yang diberikan Raja pada P Gwang Hee pada Ratu In Bin karena Ratu In Bin sedang bersama P Sin Song, jadi dia tak menghiraukan Penasehat Yi.

“Pada akhirnya…. Sudah lama ibu dan anak tidak berjalan bersama. Jangan merusaknya dengan pembicaraan kematian dan pengasingan.” Ucap Ratu In Bin. Mendengar itu Penasehat Yi terdiam dan tak mengikuti Ratu In Bin dan P Sin Seong lagi.
Pada P Sing Seong, Ratu In Bin bertanya “apa kau tahu kenapa Penasehat Yi menundukkan kepalanya kepadaku?”
P Sin Seong menjawab tentu saja karena ibunya itu adalah seorang Ratu. Ratu In Bin mengatakan kalau bukan karena itu, yang benar adalah karena P Sin Seong, dengan yakin Ratu In Bin mengatakan kalau nanti P Sin Seong lah yang akan menjadi Putra Mahkota negeri ini, jadi karena itu semua, dirinya dihargai di istana ini.
“Bagaimana kalau ªкŭ tidak menjadi Putra Mahkota?” Tanya P Sin Seong.
“Apa yang kau khwatirkan?” Tanya Ratu balik.
P Sin Seong menjawab kalau dia takut mengecewakan ibunya. Mendengar itu, In Bin langsung memeluk putranya itu. In Bin berusaha menenangkan putranya, dan meminta putranya itu untuk tak khawatir, “kau hanya perlu tumbuh dan menjadi kuat. Sisanya, biar ibu yang akan menanganinya.”

Jung Yi dengan nekad pergi ke tengah kota dan memukul gendang yang ada di sana. Jung Yi berteriak kalau ayahnya tak bersalah.

“Ayahku tak bersalah, yang melakukan pengkhianatan adalah ªкŭ! Mohon bebaskan ayahku dan tangkap ªкŭ! Ayahku tidak bersalah!”
Suara Jung Yi sampai ke istana, Raja mendengarnya, diapun langsung memberi perintah untuk menyingkirkan Jung Yi dari sana.
Di kamarnya, P Gwang Hee teringat lagi saat Jung Yi meminta diri untuk memperbaiki guci tersebut. P Gwang Hee menyesal, seharusnya dari awal dia tak mencari Jung Yi.

P Gwang Hee di panggil ayahnya. Saat dia akan masuk ke ruang pertemuan, dia bertemu dengan Kang Chun dan Yook Do. Tanpa sepatah katapun P Gwang Hee melengos begitu saja. Yook Do terlihat sedih dan merasa bersalah diperlakukan seperti itu oleh P Gwang Hee.

Betapa terkejutnya P Gwang Hee saat melihat di pertemuan itu ada Jung Yi.

Jung Yi memperkenalkan diri sebagai putri Eul Dam. Alasan dia memukul gendang karena ayahnya yang tak bersalah ditangkap, jadi dia memukul gendang agar ayahnya kembali.

Raja bertanya apa Jung Yi tahu kesalahan Eul Dam? Jung Yi menjawab semua itu karena guci, “tapi penjahatnya bukan ayah hamba melainkan gadis ini. Yang memecahkan tembikar P Gwang Hee dan memperbaikinya, adalah gadis ini, bukan ayah hamba.”

Raja bertanya pada P Gwang Hee, apa yang dikatakan Jung Yi benar? P Gwang Hee terdiam, walau Jung Yi memintanya untuk mengatakan kalau dialah yang salah, P Gwang Hee tetap terdiam, dia teringat janjinya pada Eul Dam, yang akan menjaga Jung Yi.

Jung Yi kecewa, karena P Gwang Hee tak berkata apa2. Raja pun meminta pendapat Kang Chun, apa menurut Kang Chun, Jung Yi bisa memperbaiki guci Raja Tae Jo.
“Tidak mungkin, melihat guci diperbaiki dengan baik, tidak mungkin anak bodoh ini bisa melakukannya.” Jawab Kang Chun.
( Eleeeuh…. Eleeeuh…. Orang yang dia sebut anak bodoh itu tuh… Anaknya sediri…. Heeeeem…..)
Jung Yi langsung menyangkal, dia bersikeras mengatakan kalau dialah yang melakukannya. Jung Yi menjelaskan kalau saat merapatkan serpihan guci itu, dia tidak menggunakan putih telur, karena putih telur akan meleleh jika terkena air panas. Semua orang terkejut dengan apa yang dikatakan Jung Yi. Bahkan Kang Chunpun ikut penasaran, apa iya anak kecil yang di hadapannya itu yang memperbaiki guci dengan sempurna.
Namun Raja tetap ingin berfikir logika, dia tak bisa percaya Jung Yi dapat melakukannya. Karena itu dia memberi Jung Yi kesempatan untuk membuktikan kalau dialah yang memperbaiki guci tersebut. Raja menyuruh Jung Yi membuat sebuat tembikar.

Dengan terbata Jung Yi mengatakan kalau dia tak bisa membuat sebuah tembikar. Mendengar itu jelas saja Raja marah, karena sebelumnya Jung Yi mengatakan dialah yang memperbaiki guci tersebut dan sekarang Jung Yi mengatakan kalau dia tak bisa membuat sebuah tembikar.
“Itu karena sejak kecil hamba banyak memecahkan tembikar, maka hamba terbiasa memperbaiki tembikar yang pecah. Tapi membuat tembikar…….” Ucap Jung Yi dengan menangis.

Raja murka, dia merasa di permainkan oleh Jung Yi. Akhirnya Jung Yi menyetujui, dia akan membuat sebuah tembikar. Raja menyuruh Jung Yi membuat sebuah tembikar yang paling indah di dunia dan layak dengan martabat seorang Raja.
Mendengar itu Jung Yi menangis, dia bertanya lagi apa yang akan terjadi jika Jung Yi tak bisa membuat tembikar itu. Raja menjawab kalau Jung Yi dan Eul Dam akan di eksekusi.
(hmmmmm…. kenapa pembuktiannya harus membuat sebuah tembikar? kenapa bukan di tes memperbaiki tembikar aja)
Jung Yi keluar istana ditemani Komandan Militer, tiba2 P Gwang Hee mendekatinya.
Dengan kecewa, Jung Yi berkata benar2 mengecewakan, Jung Yi kecewa karena P Gwang Hee tak berkata apa2. P Gwang Hee minta ♏ααƒ, diapun bertanya apa yang bisa dia lakukan untuk Jung Yi.
Jung Yi berkata kalau dia ingin bertemu ayahnya, P Gwang Hee melihat ke arah komandan militer untuk meminta izin, namun komandan militer menggeleng.
“Sebagai pangeran, apa yang bisa anda lakukan?” Ucap Jung Yi kesal dan berlalu pergi. 
P Gwang Hee masuk ke kuil persembahan. Tiba2 Yook Do datang menemuinya.
“Silahkan salahkan hamba Yang Mulia,” ucap Yook Do.
“Sebagai Byun So, kau telah melakukan tugasmu dengan benar, bagaimana ªкŭ bisa menyalahkanmu? Sekarang kau telah mendapatkan kepercayaan ayah, kau pasti puas…. Tinggalkan ªкŭ…..”
Yook Do berusaha menjelaskan kalau yang dia lakukan bukan untuk mendapatkan kepercayaan Raja, “apa yang dilakukan Eul Dam, ªкŭ junga ingin melakukannya untu anda, kenapa tidak memilih hamba? Tapi malah Yu Eul Dam. Dibandingkan dengan pengrajin kerajaan, anda lebih percaya Yu Eul Dam atau karena sudah sepakat dengan Yu Eul Dam agar dia bisa menjadi Ran Chong di Bu Won ?”
“Kau kira itu Yu Eul Dam?” Tanya P Gwang Hee
“Orang yang memperbaiki guci Raja Tae Jo…. Adalah putrinya?” Tanya Yook Do terkejut.
Tanpa menjawab iya atau tidak, P Gwang Hee berlalu begitu saja.

Yook Do langsung menyampaikan apa yang dikatakan P Gwang Hee kepada ayahnya. Tentu saja ayahnya mengatakan kalau P GWang Hee hanya berbohong untuk mengelabuhi mereka. Kang Chun memperingatkan putranya untuk tidak membuat masalah lagi, karena sebelumnya Yook Do hampir saja kehilangan nyawanya karena kebodohannya sendiri. Jika Yook Do masih keras kepala, dia akan menurunkan Yook Do dari posisi Byeon So.

Jung Yi terus berusaha membuat sebuah tembikar, saking ingin bisa membuat tembikar, Jung Yi sampai tidak istirahat dan makan. Jung Yi benar2 dalam kebingungan yang besar, jangankan membuat tembikar yang indah, memikirkan apa hal terindah di dunia ini saja, Jung Yi bingung. 

P Gwang Hee berada di kamarnya, saat P Imhae dan 3 penjaga masuk. Dengan angkuh dan sombongnya, P Imhae memerintah penjaga yang dia bawa tadi untuk membantu P Gwang Hee mengemasi barang2 nya. Jelas saja P Gwang Hee emosi diperlakukan seperti itu.  P Imhae kemudian menyuruh para penjaga itu keluar. 

P Imhae mengingatkan adiknya kalau ayah mereka sudah mengusir P Gwang Hee dari istana. P Gwang Hee menjawab kalau dia sendiri yang akan mengemasi barang2 nya, jadi dia meminta kakaknya itu pergi dari kamarnya. Bukannya pergi, P Imhae malah pura2 tak dengar, dia malah membahas tentang Jung Yi, dia mengatai kalau Jung Yi tidak akan bisa membuat tembikar tapi mengaku2 bisa memperbaiki tembikar.
“kakak,” ucap P Gwang Hee ingin menghentikan celoteh kakaknya itu.
Namun P Imhae masih pura2 tak mendengar, dia malah berkata rakyat jelata sungguh menyusahkan, dan dia yakin ayahnya ( Raja ) tidak akan merasa kasihann kepada Jung Yi.
“Anak itu…. pasti sedang kesulitan.” tebak P Imhae.
P Gwang Hee sudah tak tahan pada apa yang  kakaknya  katakan, “kau adalah penyebab semua ini. masih bisa kau bicara seperti itu?”
Bukannya sadar dan merasa bersalah, P Imhae malah berkata, “apa sekarang aku harus pergi menemui ayah…. dan berkata jujur, bahwa aku yang melakukannya, begitukah?”

Dengan yakin dan menahan amarah, P Gwang Hee mengatakan kalau Jung Yi berhasil membuat tembikar yang diinginkan Raja.
P Imhae akhirnya kesal, dia kesal dengan semua kesombongan P Gwang Hee, “jika anak itu membawa tembikar yang diinginkan, kau pikir kejahatanmu akan dimaafkan? yang kau harapkan tak akan terjadi. CEPAT KELUAR DARI ISTANA!” 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Bagikan ke teman: