Sinopsis Shark Episode 1 ( Bagian 1 )

 Shark, Sinopsis
Sinopsis Shark Episode 1 ( Bagian 1 ), akhirnya jatuh pada Shark, drama baru yang ingin kutulis sinopsisnya, sebenarnya sudah lama kutulis sinopsis bagian satu ini, namun karena belum sempurna, jadi belum bisa di posting. alasana ku memilih drama ini untuk diikuti adalah karena Kim Nam Gil, aku selalu penasaran sama drama Nam Gil setelah perannya sebagai Bidam.

Bagi teman-teman yang belum tahu persis iini drama tentang apa, berikut detail dari drama Shark ini:
Judul : Shark
Episode : 20 episode
Direktur : Park Chan Hong
Penulis : Kim Ji Won
Channel : KBS 2
Tayang : Senin dan Selasa pukul 21: 55
Mulai tayang pada tanggal 27 Mei 2013sampai 30 July 2013
Pemain:

Drama ini diawali dengan Yi  Soo muda yang berbicara dan di rekaman oleh seorang wanita, sayangnya siapa wanita itu tidak jelas, karena hanya terdengar suaranya saja yang menanyai Yi Soo muda. Yi Soo muda berkata hiu tak punya kantung renang. Teman wanitanya bertanya lalu bagaimana cara hidup mereka? Yi Soo  muda itu menjawab kalau untuk hidup, mereka harus terus bergerak tanpa henti, karena jika mereka berhenti bergerak, mereka akan mati. Bahkan ketika sedang tidur, mereka harus terus bergerak untuk tetap hidup. Teman wanitanya mengatakan kalau hiu pasti hidup dengan rasa lelah.  
“tetapi, di laut, hiu yang terkuat.” Jawab Yi Soo muda
Beralih ke sebuah pesawat dimana terlihat seorang pria dewasa yang duduk di kursi bisni sedang menikmati minumannya. 
Masih terdengar suara teman Yi Soo  muda tadi yang bertanya, “jadi itu alasannya kenapa kau menyukai hiu? Karena hiu itu kuat?”

Kembali pada Yi Soo muda  tadi yang menjaawab tidak, karena dia malah kasihan dengan hiu-hiu itu, karena tak ada seorangpun yang menyukai hiu. Scene berpindah-pindah, dari adegan Yi Soo muda yang  di wawancarai oleh teman wanitanya dengan adegan   seorang pria dewasa yang menikmati minumannya di dalam pesawat. Dan pria dewasa ini terlihat jelas kalau dia adalah KIM NAM GIL, yang memerankan Yi Soo dewasa. 
Teman wanita Yo Soo muda tadi bertanya apa yang akan Yi Soo muda lakukan jika teman wanita nya itu menghilang. 
Scene beralih lagi ke seorang wanita yang sedang di make up. Wanita itu di make up karena hari itu adalah hari pernikahannya. 
Kembali lagi ke Yi Soo muda  yang menjawab pertanyaan teman wanitanya tadi, dia menjawab kalau dia akan mencari teman wanitanya itu. 
Beralih lagi ke Yi Soo dewasa yang sudah turun dari pesawat dengan sedang berjalan keluar bandara. Masih terdengar percakapan Yi Soo muda dan teman wanitanya, dimana teman wanitanya itu bertanya bagaimana bisa Yi Soo muda menemukannya, Yi Soo muda menjawab kalau dia pasti akan menemukan teman wanitanya itu. teman wanitanya itu bertanya, bagaimana caranya Yi Soo dapat menemukannya. Yi Soo muda itu terdiam.

Beralih lagi ke masa sekarang dimana Yi Soo dewasa alias Kim Nam Gil, akhirnya menampakkan wajahnya, dan wanita yang di make up sebelumnya dan memakai gaun pengantin akhirnya juga menampakkan wajahnya, dia adalah Son Ye Jin yang menjadi Jo Hae Woo. 
Yi Soo dewasa pergi dengan mobilnya menuju hotel. Di hotel yang akan di tuju Yi Soo, ada  Hae Woo sedang melangsungkan resepsi pernikahannya. Hae Woo mendapat pujian dan selamat dari teman-temannya. 

Hae Woo melihat pengantin prianya  dan melambaikan tangannya. Pengantin pria itu adalah Oh Joon Young. Joon Young tersenyum pada Hae Woo dan saat dia akan pergi, dia berbalik lagi melihat Hae woo, dia melihat Hae Woo menguap. Joon Young tertawa kecil melihat sifat pengantinnya itu.
hmmmm… pemeran wanitanya di episode perdana dah diceritakaan nikah sama orang lain, gimana lead aktornya? Inilah salah satu konflik di drama ini sepertinya. Jadi makin penasaran… Nam Gil perannya mirip2 sama di Bad Guy… semoga aja dia gak berakhir sama kayak di drama itu.

Yi Soo sampai di hotel, dia melihat nama Hae Woo dan Joon Young sebagai pengantin. Pandangannya beralih pada ayah Hae Woo dan orang tua Joon Young yang sedang sibuk menyapa tamu. Yi Soo juga melihat Joon Young disana menyambut para tamu juga, dia melihat Joon Young dengan wajah tanpa ekspresi. 

Yi Soo berjalan masuk, jalannya terhenti saat Yi Hyun berhenti didepannya, tak ingin adiknya mengenali dia, Yi Soo langsung berpaling. 
Yi Hyun menemui Hae Woo. Dari jauh, Yi Soo melihat kearah Hae Woo. Hae Woo yang melihat keluar, juga melihat Yi Soo yang terus melihat dirinya. Mereka berdua saling menatap dari jauh.
Terdengar lagi percakapan Yi Soo muda yang ternyata dengan Hae Woo muda. Hae Woo muda masih memaksa Yi Soo muda untuk memberitahunya bagaimana cara Yi Soo bisa menemukannya disaat Hae Woo  menghilang.

“sampai aku mati, aku akan terus mencarimu.” Jawab Yi Soo.

Yi Soo dewasa menghilang dari pandangan Hae Woo. Seperti dirasuki sesuatu Hae Woo keluar ruangan untuk mencari Yi Soo, Yi Hyun mengejar Hae Woo. 
Beralih lagi ke masa lalu, dimana Yi Soo muda berkata, “karena aku tak akan bisa mati sebelum aku menemukanmu.”

Mendengar kata-kata Yi Soo, Hae Woo muda menurunkan Handycam-nya, dia terkejut pada apa yang Yi Soo katakan. Mereka kemudian tertawa bersama.

Kembali ke Yi Soo dewasa, dimana dia tergesa-gesa menuruni tangga. Dia shock, dia berusaha menenangkan diri. Hae Woo melihat Yi Soo dari atas, dia menunggu Yi Soo menoleh ke arahnya.

Yi Soo masih berusaha menenangkan dirinya, Yi Soo kemudian teringat saat dia menemukan ayahnya tergeletak di jalan. Ayahnya tiba-tiba meninggal di jalan. Dan saat dia berada di box telepon umum, tiba-tiba sebuah truk menabraknya. 

Mengingat itu semua, membuat Yi Sung mengubah ekspresinya menjadi dingin lagi. dia menoleh ke atas dan melihat Hae Woo di sana.   Yi Soo berjalan pergi, dalam hati Yi Soo berkata, “pergilah… jangan melihat kebelakang, semuanya sudah siap dan sekarang, saatnya telah tiba.”
SHARK EPISODE 1

~ 12 tahun yang lalu ~

Yi Soo muda merasa risih, karena temannya ingin mengambil gambarnya, padahal temannya itu tidak bermaksud mengambil gambar Yi Soo, tapi diamengambil gambar gadis muda yang duduknya ada di belakang Yi Soo. gadis muda itu ternyata adalah Hae Woo muda. 

Yi Soo menoleh dan melihat ke arah Hae Woo tepat disaat Hae Woo juga melihat kearahnya. Tak lama kemudian masuklah 2 bodyguard, yang sepertinya itu adalah bodyguard Hae Woo. 
Teman-temannya Yi Soo bersiap-siap membawa tas mereka, mereka sengaja melakukan itu sebagai kenang-kenangan untuk Yi Soo yang akan pindah sekolah. Mereka semua kabur dari restoran tanpa membayar. Kesempatan itu digunakan Hae Woo untuk ikut kabur dari bodyguarnya. Terjadilah kejar-kelajaran, pemilik restoran mengejar Yi Soo CS, sedangkan dua bodyguard itu mengejar Hae Woo. 

Mereka berpencar, dan Hae woo mengikuti Yi Soo, mereka bersembunyi ditempat yang sama. Setelah merasa aman, Yi Soo berniat pergi, namun Hae Woo tiba-tiba bertanya, kenapa Yi Soo lari? Yi Soo tak menjawab, dia malah balik bertanya, alasan Hae Woo lari? Hae Woo dengan ceria menjawab kalau dia kabur dari rumah. 

Sebelum pergi, hAe Woo mengajak Yi Soo makan jajanan di pinggir jalan. Yi Soo tak nyaman bersama Hae Woo terlebih, karena mereka baru kenal. Yi Soo sudah akan pergi meninggalkan Hae Woo sendirian, tapi gadis itu memanggilnya.
“han Yi Soo! kau akan pergi sementara aku masih makan? Tak sopan.” Ucap Hae Woo.
Mendengar Hae Woo memanggil namanya, Yi Soo menara heran karena mereka belum pernah bertemu apalagi kenalan. Dengan polosnya Hae Woo menjawab kalau dia membaca nametag yang ada di seragam yi Soo. Yi Soo jadi mali sendiri. LOL.

Hae Woo kemudian memperkenalkan dirinya. Saat dia melihat dua bodyguard itu, Hae Woo langsung pergi begitu saja tanpa membayar pada apa yang sudah dia makan, alhasil pemilik toko menagih pada Yi Soo. jelas saja Yi Soo kelabakan, karena tas nya diambil teman-temannya. 
~Kembali kemasa sekarang ~

Hae Woo dan Joon Young minum bersama teman-temannya. Hae Woo ditantang untuk minum banyak. Dan untuk satu gelas terakhir Joon Young menggantikan Hae Woo, semuanya langsung bersorak. 
Salah satu teman mereka, tidak membenarkan apa yangdilakukan Joon Young, Joon Young menjawab kalau malam ini mereka berdua harus istirahat. Temannya itu tetap memberikan satu gelas minuman lagi pada Hae Woo.
“kau harus minum sepanjang malam, Jaksa Jo.” Hae Woo menerimanya.
(hmmmm…… Hae Woo adalah seorang Jaksa)
Dong Soo yang tadinya sibuk minum, langsung berdiri dan meminta perhatian semuanya dengan memukul meja. Dia mengatakan kalau hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan baginya, karena Hae Woo adalah cinta pertamanya. Mendengar itu, semuany menyoraki Dong Soo. Yi Hyun melihat mereka dari kejauhan, melihat Yi Hyun sendirian, Hae Woo pun mendekatinya. 
Dong Soo memberikan ucapan selamat pada Hae Woo dan Joon Young. dia bisa menerima pernikahan itu, dan melupakan cintanya pada Hae Woo karena pengantin prianya adalah Oh Joon Young. Dong Soo langsung memeluk Joon Young. Dong Soo bahkan mengajak yang lainnya untuk bersulang merayakan hari bahagia Hae Woo dan Joon Young. 
Pada Hae Woo, Yi Hyun mengatakan kalau Dong Soo sudah sangat mabuk, sehingga bersikap seperti itu. Hae Woo mengatakan kalau Dong Soo minum sebanyak itu, dia pasti sedang menangis. Yi Hyun mengingatkan Hae Woo kalau dia mabuk dimalam pernikahannyanya itu akan jadi merepotkan, Hae Woo lalu membantah dia mabuk, karena dia hanya minum sedikit. 

Kembali lagi pada Dong Soo yang mengatakan, “Hyung nim, untuk Hae Woo-ku, tolong jaga dia,”
Joon Young mengatakan kalau Dong Soo sudah terlalu banyak minum. Dong Soo menjawab kalau dia hanya minum sedikit, Dong Soo kemudian berlutut disamping Joon Young.
“aku minum  segelas karena aku bahagia, aku minum segelas untuk Hyung-nim, aku minum segelas untuk Hae Woo, dan juga untuk Yi Soo….” menyebut nama Yi Soo, Dong Soo berhenti sejenak, dia menyadari sesuatu, kalau dia sudah salah bicara. “aku pasti terlalu mabuk.” Ucap Dong Soo sambil memukul-mukul pipinya. Dong Soo berdiri dengan ekspresi tidak enak, dia juga meminta maaf pada Joon Young. Joon young mengatakan kalau tak ada yang perlu dimaafkan, karena dia tidak apa-apa.

Beralih lagi pada Yi Hyun yang bertanya pada Hae Woo apa dia sudah melihat langit? “Ada bulan purnama malam ini. Ini membuktikan kalau semua energi dari alam memberkati pernikahanmu. Selamat yang Eonni!”

Hae Woo keluar untuk melihat langit. Yi Soo juga keluar dan berdiri tak jauh dari tempat Hae Woo berdiri. Yi Soo begitu fokus melihat bulan purnama, dan saat dia menoleh, Hae Woo sedang melihat kearahnya. Yi Soo hanya mengangguk memberi salam. 

Hae Woo lalu memutuskan untuk kembali ke dalam, namun langkahnya terhenti saat Yi Soo mengatakan, “Selamat atas pernikahanmu.”

Hae Woo, menoleh dan bertanya, “hari ini, kau datang ke pernikahanku, kan?” Yo Woo mengiyakan, Hae Woo lalu bertanya lagi, apa Yi Soo adalah kenalan Joon Yeong? Yi Soo mengatakan bukan, dia datang hanya untuk melihat.
Yi Soo mengatakan kalau hari ini adalah hari pertama dia ke korea, dan di hotel tempat dia menikah sedang disenggarakan pernikahan, “entah kenapa, aku merasa seperti ada yang membawaku kesana, semacam keberuntungan.”
Mendengar apa yang dikatakan Yi Soo, Hae Woo pun bertanya apa Yi Soo berasal dari luar negeri.belum menjawabnya, Yi Soo malah berjalan mendekati ke Hae Woo. Yi Soo mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
“aku Yoshimura Joon. Nama koreaku, kim Joon.”
(hmmmm…. sebenernya apa yang terjadi siih, kenapa Yi Soo berganti nama….? mari kita cari jawabannya….)

Kembali ke masa lalu, dimana Yi Soo diperkenalkan oleh gurunya kepada teman sekelasnya. Yi Soo adalah murid baru di sekolah  itu. Saat di suruh perkenalan oleh gurunya, Yi Soo hanya berkata, “aku Han Yi Soo” perkenalan singkat itu membuat gurunya tertawa.
Yi Soo menempati tempat duduknya, di sebelah anak yang ternyata juga merupakan anak yang baru juga pindah ke sekolah itu. Anak itu bernama Kim Dong Soo. (hmmmm…. ternyata orang yang mabuk itu)
Guru meenyebut nama Jo Hae Woo, karena tak ada jawaban, Guru mengira kalau Hae Woo tidak masuk lagi hari ini, tepat disaat guru mengakhiri kata-katanya, Hae Woo membuka pintu kelas. Semua orang menoleh ke arahnya, Hae Woo hanya mengangguk pada guru, sebagai tandan memberi salam. Tanpa basa-basi, guru itu langsung mengatakan pada Hae Woo untuk pergi ke ruang guru setelah jam pertama berakhir. 

Hae Woo duduk di kursi paling belakang disamping jendela. Yi Soo melihat Hae Woo dari tempat duduknya, diua sepertinya baru sadar kalau Hae Woo adalah gadis yang dia temui malam itu. 

Dong Soo kemudian memberitahu Yi Soo kalau anak-anak di sekolah ini sedikit kasar, karena itu jika ada seseoarng yang mengganggu Yi Soo, dia bisa meminta bantuan pada Dong Soo. 
Sekali lagi, Yi Soo melihat ke arah Hae Woo, dan kali ini Hae Woo juga melihat ke arah Yi Soo. 
Saat istirahat, semua anak-anak berlarian. Yi Soo jadi penasaran pada apa yang sebenarnya terjadi. Dia pun ikut berlari untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata keributan itu di picu oleh Dong Soo yang melawan teman-teman kelasnya yang ingin mem-buli Dong Soo. 

Dong Soo dikeroyok dan di tendang-tendang. Melihat teman barunya di sakiti, Yi Soo ingin menolong. Belum sempat Yi Soo menolongnya, Hae Woo sudah muncul sebagai pahlawan. Diantara murid yang melihat pertengkaran itu, ada seorang anak yang sepertinya itu adalah Joon Young. 

Hae Woo dan ketua geng yang memukuli Dong Soo adu mulut, Hae Woo mengatai anak laki-laki itu seperti anak kecil. Dia menantang anak itu melakukan perkelahian satu lawan satu, bukannya keroyokan. Tidak menanggapi tantangan yang diberikan Hae Woo, anak itu malah membahas tentang berita ayah Hae Woo.
“Seorang pembaca berita Nona L dan Presdir J, tertangkap basah berselingkuh di hotel.”
Jelas saja, ayahnya dijelek-jelekkan seperti itu, Hae Woo kesal dan langsung menendang kaki anak itu. otomatis saja anak itu langsung berniat memukul Hae Woo, namun dengan sigap langsung di tangkap oleh  Yi Soo. 

Tanpa berkata sepatah katapun, Yi Soo langsung memukul anak itu sampai terjatuh. Dong Soo langsung berjalan mendekati Yi Soo dan berlindung dibelakang Yi Soo. 
“Kau tak tahu siapa aku? “tanya anak itu pada yi Soo.
Dengan santai Yi Soo menjawab kenapa dia harus tahu?Dengan alasan karena hari ini adalah hari pertama Yi Soo masuk ke sekolah, anak itu pun pergi, tanpa melakukan apapun pada Yi Soo. 
Semua orang ikut bubar, kecuali Joon Young yang terus melihat Yi Soo yang memperhatikan Hae Woo. 
Dong Soo dan yi Soo kembali ke kelas mereka, dan anak yang bertengkar mereka ternyata satu kelas dengan mereka, anak itu  menatap benci dan marah pada Yi Soo. 

Yi Soo menoleh ke meja Hae Woo, dan tak melihat Hae Woo di bangkunya. Tiba-tiba terdengar suara pintu yang di tutup dengan keras, semua anak menoleh ke arah sumber suara, dan ternyata itu adalah Joon Young, anak laki-laki tadi langsung berdiri menyapa joon Young, tapi apa yang di lakukan Joon Young sangat mengejutkan, dia memukul anak laki-laki itu. Tanpa memberikan alasan kenapa dia memukul anak laki-laki itu, Joon Young memukulinya lagi.
Dong Soo memberitahu Yi Soo kalau orang yang memukuli teman sekelas mereka itu adalag Oh Joon Young, siswa kelas 2, kemarahannya bukan main-main, bahkan para guru tidak bisa menyentuhnya. Dong Soo mengantarkan Yi Soo ke perpusatakaan sekolah yang sangat besar dan megah. 
Dong Soo kemudian membahas tentang Hae Woo, dia memuji Hae Woo sebagai gadis yang bernyali besar. 

“kau benar-benar terlalu banyak omong,” celetuk seseorang yang ternyata itu adalah Hae Woo, yang sedang tidur di kursi. Hae Woo mengeluh karena mereka berdua sangat berisik jadi dia tak bisa tidur.
Pada Hae Woo, Dong Soo mengatakan kalau dia bukanlah laki-laki  yang lemah, dia kalah hanya karena dia di keroyok. Belum sempat Dong Soo mengatakan berbagai alasan, Hae Woo langsung memotongnya, dan mengancam kalau Dong Soo tidak mau juga diam, dia akan menjahit bibir Dong Soo. 
Hae Woo pergi, namun sebelum dia melewati pintu, dia berbalik lagi dan mengucapkan terima kasih pada Yi Soo. 

Yi Soo pulang sekolah, dia begitu takjub melihat luasnya rumah majikan ayahnya. Adik dan ayah Yi Soo sedang berberes-beres, mereka habis pindahan.

Yi Soo pindah bersama ayahnya ke rumah yang di sediakan majikan ayahnya untuk mereka. 

Yi Hyun begitu senang dengan rumah baru mereka. Dia bertambah senang karena dari rumah barunya itu, dan kakaknya bisa meliihat bintang bersama. 
Hae Woo berdiri di depan kios koran kecil, di koran itu Hae Woo melihat berita tentang ayahnya.  Berita tentang skandal antara pemilik sebuah hotel dengan pembaca berita terkenal. Dirumah Nyonya Yoon  (ibu Hae Woo) juga habis membaca koran yang berisi berita suaminya. Nyonya Yoob terdiam, dia sepertinya sedang menahan amarah. 
Hae Woo pulang, dia berjalan melewati ibunya dengan tanpa menoleh. Nyonya Yoon  mengambil gelasnya dengan gemetar, tepat di saat  Ui Sun ( ayah Hae Woo )pulang. Ui Sun pulang karena hari itu adalah hari ulang tahun Hae Woo. 

Melihat kepulangan Ui Sun tak ada satupun anggota keluarganya yang menyapanya kecuali mrs Park (kapala pelayan rumah Hae Woo). Sampai-sampai Ui Sun  harus bertanya, apa hae Woo tak mau menyapanya? 

Hae Woo menghentikan langkahnya menaiki tangga dan berkata, ‘kau sudah pulang?” 
Ui Sun mengajak Hae Woo untuk merayakan ulang tahunnya dengan makan-makan, namun Hae Woo menolaknya. Dengan wajah tanpa dosa, Ui Sung bertanya, “putriku…. pasti ada sesuatu yang menjengkelkan yang terjadi hari ini, ya?”

Bukan jawaban yang Ui Sung terima dari Hae Wo0o, tapi lemparan koran dari Nyonya Yoon. Nyonya Yoon  marah dan kesal karena Ui Sun tak pernah mau berubah. Karena sudah menebak kalau  kedua majikannya itu bakal bertengkar, mrs Park pun menyuruh Hae Woo masuk kamar. 
Hae Woo terus menaiki tangga dan berusaha tak perduli dengan pertengkaran orangtuanya itu. namun langkahnya berhenti saat dia mendengar suara kaca pecah. 

Diluar Yi Soo dan keluarganya berdiri di depan pintu, mereka melihat semua yang terjadi. Sepertinya mereka datang untuk menyapa majikan baru mereka. Nyonya Yoo masih tetap marah-marah sampai-sampai mengatai Ui Sun bukan manusia. Tak ingin di caci maki, Ui Sun pun membela diri dengan mengatakan kalau semua itu tidak benar, itu hanya ulah wartawan yang menambah-nambahi gosip itu. Ui Sun mengaku kalau dia hanya beberapa kali bertemu waNita itu, dan itu hanya bertemu, tidak lebih. Nyonya Yoo tak mau terima penjelasan Ui Sun, ia pun menyiram Ui Sun dengan air. 

Dengan marah Nyonya Yoo mengatakan kalau dirinya sudah menjadi bahan tertawaan orang lain karena terlihat begitu mudah, dan begitu menerima atas apa yang sudah Ui Sun lakukan, “jangan hidup sepertii itu, hidup ini hanya tentang menuai apa yang kau tabur.”
Ui Sun menjelaskan sekali lagi kalau semua itu hanya salah paham, Nyonya Yoo tak percaya, dia ingin Ui Sun mengakui semuanya padanya, walaupun dia tak bisa memaafkan, tapi dia akan berusaha untuk memahaminya. 
“setidaknya, jika kau punya sedikit penyesalan, aku akan mengasihanimu.”

“sampai kapan aku harus menahan, gangguan saraf karenamu?” ucap Ui Sun marah. Ui Sun menyebut Nyonya Yoo, wanita yang tahu malu, karena mengajak bertengkar di depan anaknya sendiir. Hae Woo, sudah tak tahan lagi, dia langsung turun tangga. 
Walau di katai seperti itu, Nyonya Yoo tak berhenti mengajak Ui Sun bertengkar, dengan marah Ui Sun bertanya apa Nyonya Yoo ingin bercerai dengannya, tak menjawab pertanyaan itu, Nyonya Yoo hanya menyuruh Ui Sun keluar. Tepat disaat Nyonya Sun mengatakan itu, Hae Woo yang hendak keluar rumah, menginjak pecahan vas bunga. Mrs Park melihatnya. Dia berusaha menahan Hae Woo, dan hendak mengobati bekas pecahan kaca itu.

Melihat suasana Keluarga Jo yang sedang tidak bagus, Yi Soo dan keluarga mengurungkan niat mereka untuk berkunjung. Di luar rumah, Hae Woo bertemu mata dengan Yi Soo. 

Mrs Park terus membujuk Hae Woo untuk membiarkan dirinya mengobati lukanya, namun Hae Woo menolak dan mengatakan kalau dia ada janji. Tuan Han juga berusaha membujuk Hae Woo, tapi Hae Woo malah langsung pergi tanpa berkata sepatah katapun. 
Yi Soo kemudian mengatakan kalau dia akan mengikuti Hae Woo, dan berjanji akan membawanya kembali ke rumah. Mrs Park terlihat sangat khawatir pada Hae Woo. 

Yi Soo mengikuti Hae Woo naik bis, lalu ke kereta api bawah tanah. Sampai di depan sebuah kantor berita besar. Yi Soo mengamati Hae Woo yang berusaha masuk ke kantor berita itu, namun tidak diperbolehkan. Hae Woo terlihat kesal.
Hae Woo berdiri di ujung tangga dengan wajah marah. Yi Soo hampir mendekatinya saat seorang wanita muncul. Hae Woo langsung menghadang wanita itu. Wanita itu adalah reporter yang digosipkan dengan ayahnya. Hae Woo menyindir reporter itu dengan pedas. 
“pembaca berita harusnya melaporkan berita yang bernar saja kan? Tugas pembaca berita adalah mengatakan hal yang benar memang benar dan yang salah memang salah. Begitu kan? Ahjumma tidak bisa menjadi pembaca berita, jika orang seperti ahjumma berpura-pura menjadi warga negara yang baik, dunia akan benar-benar kacau.”
Jelas saja reporter itu tak terima dikatai Hae Woo seperti itu, “aku tak tahu kenapa kau seperti ini, tapi… “
“aku Jo Hae Woo”

Mendengar nama itu reporter itu terkejut, Hae Woo menambahkan kalau pemilik hotel Gaya, Tn J adalah ayahnya. Dengan tenang, repoter itu mengatakan kalau Hae Woo seperti itu pasti karena berita-berita yang tidak jelas, dia pun menyuruh Hae Woo membaca artikel terbaru di internet. Hae Woo menjawab, kalau kakeknya pasti sudah memblokir artikel itu, karena insiden semacam itu bukanlah hal baru. Repoter itu masih berusaha bersikap biasa saja dan mengatakan kalau urusan keluar Jo bukanlah urusannya. 
“aku ini korban. Aku bahkan belum pernah bertemu dengan ayahmu.”

“kau benar-benar pengecut. Ayahku, setidaknya mengaku kalau sudah bertemu denganmu meskipun hanya sekali atau dua kali. Apa Cinta itu suatu tindak kejahatan? Tapi pengecut cinta bukanlah cinta sejati, jadi itu dosa.”
“apa?”
“seperti menyakiti orang yang benar-benar dia cintai, itu dosa. SEMUA ITU DOSA!” teriak Hae Woo.
Repoter itu marah dan hendak menampar Hae Woo, namun tangannya ditahan oleh Yi Soo.  tanpa berkata sepatah katapun, Yi Soo langsuung menarik tangan Hae Woo dan mengajaknya pergi. 
bersambung….
Bagikan ke teman: