Sinopsis Yes Captain Episode 16 ( Bagian 2 )

 Sinopsis, Take Care of Us Captain, Yes Captain
Sinopsis Yes Captain Episode 16 ( Bagian 2 ) semoga bisa kelar malam ini juga. Berhubung gak ada kerjaan, ne malam ªкŭ pengen nyelesain sinopsis Yes Captain episode 16. Cerita drama ini semakin mendekati akhir semakin membuat penasaran dengan endingnya. Dan bagaimana respon Da Jin saat dia tahu kebenarannya, tentang siapa Yoon Sung sebenarnya.

Sinopsis Yes Captain Episode 16 ( Bagian 2 )

Keesokan harinya Da Jin sengaja bangun pagi untuk memasak sesuatu. Dal Ho datang untuk melihat apa yang Da Jin lakukan, dia juga bertanya keberadaan Mal Ja. Da Jin memberitahu kalau Mal Ja mengatakan tubuhnya sakit setelah mendaki kemarin bersama ayahnya Dong Soo.

Beralih ke tempat fitnes wings air. Da Jin dan kedua sahabatnya sedang berolahraga. Selain olah raga, Da Jin juga olah otak, sambil sit up dia diberi pertanyaan-pertanyaan tentang pesawat oleh Min Ah.

Setelah melakukan olah raga dan olah otak. Da Jin makaan dengan lahap, sampai-sampai membuat Min Ah dan Jae Soo terbengong-bengong melihatnya. Min Ah mengatakan kalau cara makaan Da Jin seperti orang yang sedang patah hati. Jae Soo pun menambahi dengan bertanya apa Da Jin sedang ada masalah?

“Apa kau baru saja diputuskan?” Tanya Min Ah.

“ªкŭ baru saja mulai..” Jawab Da Jin dengan mulut yang penuh dengan makanaan.

Mendengar pengakuan Da Jin, membuat Min Ah tersenyum dan bisa menebak siapa pacar Da Jin dan juga alasan kenapa Da Jin begitu bersemangat belajar dan latihan. Min Ah pun memberi selamat dan semangaat pada Da Jin.

Jae Soo masih tak bisa menebak siapa orang yang di maksud Min Ah. Da Jin langsung memberi kodee pada Min Ah untuk tidak memberi tahu Jae Soo. Sampai-sampai Da Jin menyumpal mulut Min Ah dengan burger.

Di tangga Yoon Sung bertemu dengan team leader. Team leader memuji penampilan Yoon. Sung yang terlihat senang, dan kemudian dia bertanya apa Yoon Sung sedang berpacaran dengan seseorang? Tentu saja Yoon Sung mengelak dan langsung pergi dengan alasan sudah waktunya dia terbang.

Saat sedang memperhatikan Yoon Sung berjalan pergi, Team Leader di kagetkan dengan kedatangan Mi Joo. Pada Mi Joo, Team Leader mengatakan apa yang dia lihat dari Yoon Sung, dia melihat Yoon Sung begitu gembira hari ini, dan dia menebak kalau Yoon Sung pasti sudah berkencan dengan seseorang. Dengan kesal Mi Joo mengatakan kalau dia sudah tahu semua itu.

Di ruang tunggu khusus pilot, Da Jin sedang fokus belajar. Yoon Sung menghampirinya, Da Jin mengatakan padanya kalau dia butuh belajar agar bisa menjadi pilot besar. Yoon Sung kemudian memberitahu Da Jin kalau penerbangan yang sebenarnya juga penting.

Yoon Sung kemudian mengerutkan keningnya dan berkata, “makanaan cepat saji lagi?”

Da Jin langsung menutup mulutnya dan berkata tidak. Namun Yoon Sung bisa mencium baunya. Da Jin berusaha membuang baunya dengan mengibaskan tangannya, Yoon Sung pun menggodanya kalau dia semakin bisa mencium baunya karena Da Jin mengibaskan tangannya.

Mi Joo datang dan melihat keakraban Yoon Sung dan Da Jin. Dia terlihat kesal.

Da Jin dan Yoon Sung melakukan penerbangan lagi. Penumpang mereka kali ini dipenuhi oleh serombongan pemuda yang memakai jaket dengan warna yang sama. Dan mereka adalah rombongan atletik. Ada seorang pemuda yang bingung dimana kursinya, Ji Won yang melihatnya langsung membantu pemuda itu. Tapi pemuda itu langsung merebut kembali tiketnya dan pergi ke kursi yang di katakan Ji Won.

Di ruang perlengkapan, seorang pramugari datang dan langsung mengeluh karena penumpang mereka kali ini adalah serombongan atletik. Karena atletik itu banyak makaan dan mereka harus bekerja keras melayani atlit-atlit itu.

Ji Won juga berada di ruang perlengkapan, dia mendengar keluhan pramugari itu. Namun di hanya diam saja, terlihat seperti dia punya masalah.

Kemudian Ji Won berbalik dan menegur Hwa Young, pramugari yang mengeluh, Ji Won mengatakan kalau setelah masuk pesawat, dia harus siap untuk melayani penumpang dimana saja. Hwa Young tak senang mendapat ceramah dari Ji Won, karena dia lebih memihak pada Joo Ri.

Pesawat tinggal landas, namun cuaca sedikit berubah gelap, dan Yoon Sung merasa akan ada turbulensi. Yoon Sung terlihat panik.

Dan benar apa yang dikatakan Yoon Sung, pesawat mengalami turbulensi. Pemuda yang tadi kebingungan mencari kursi, sekarang terlihat sangat ketakutan. Ji Won dan pramugari yang lain berusaha menenangkan penumpang.

Pemuda itu akhirnya menyapa Ji Won, dan mengatakan pada Ji Won kalau ada sesuatu yang salah. Namun Ji Won meyakinkan pemuda itu kalau dia tidak perlu khawatir. Karena turbulensi hanya terjadi sebentar.

Agar pemuda itu tidak terus ketakutan, Ji Won pun menghubungi ruang Kokpit untuk memberitahukan kalau ada penummpang yang penasaran pada atmosfer saat ini, dan juga bagaimana kondisi udara sekarang?

Da Jin menjawab kalau tidak ada hal serius yang terjadi, dia meminta Ji Won untuk menenangkan penumpang. Saat Yoon Sung akan ikut bicara, Da Jin langsung menutup sambungannya. Yoon Sung sedikit kesal karena Da Jin bertindak tanpa perintahnya, tapi dasar Da Jin, dia juga tak ♏ªϋ disalahkan, padahal terlihat jelas, dia melakukan itu karena masih merasa cemburu pada Ji Won.

Yoon Sung lalu mengatakan kalau dirinyalah yang mengambil keputusan di kokpit. Da Jin akhirnya mengalah dan akan menghubungi Ji Won lagi, tapi Yoon Sung berkata kalau dia percaya pada keputusan Da Jin. Sehingga Da Jin mengurungkan untuk memanggil Ji Won lagi.

Ji Won dan yang lainnya, berusaha menenangkan penumpang yang mulai ketakutan karena turbulensi terus saja berlangsung. Ji Won melihat pemuda tadi yang terus merasa ketakutan. Ji Won pun mendekatinya, tapi pemuda itu menyuruhnya pergi karena juniornya akan melihatnya ketakutan.

Ji Won dapat menebak kalau pemuda itu tidak menyukai pesawat, karena dia tidak dapat bernapas dengan baik, selain itu dia merasa pengap di telinganya. Pemuda itu mengangguk. Ji Won lalu mengatakan kalau dia juga merasakan hal yang sama, namun dia sudah terbiasa dengan semua itu.

Ji Won lalu mengajarkan pada pemuda itu cara menghilangkannya, “pertama, tutup matamu dan bayangkan kau berada di tempat yang paling nyaman di dunia ini. Dan banyangkan kaui sedang bersama orang yang paling lau percayai.

Ji Won juga memejamkan mata, dan yang dia bayangkan adalah saat bersama Yoon Sung. Ji Won membuka mata lagi, dan bertanya pada pemudA itu apakah berhasil.

Pemuda itu menjawab dia ßềLū♏ bisa melawan ketakutannya, sehingga Ji Won meminta pemuda itu percaya pada pilot pesawat ini karena pilot ini adalah pilot terbaik di korea. Seperti Ji Won percaya pada pilot mereka. Ji Won juga meminta pemuda itu percaya pasanya, karena mereka akan membawa penumpang mereka mendarat dengan selamat. Namun sayang pemuda itu ßềLū♏ bisa 100% percaya, dia tetap ketakutan.

Pesawat melewati awan yang tebal, dan terus terjadi turbulensi. Di kabin kokpit, Yoon Sung terlihat gelisah, ditambah lagi dia teringat pada turbulensi 7 tahun yang lalu. Da Jin melihat kegelisahan Yoon Sung. Melihat Yoon Sung yang seperti itu membuat Da Jin merasa aneh, tapi dia tidak mengatakan apa-apa.

Di kabin penumpang, goyangan semakin terasa, Ji Won pun akhirnya memutuskan untuk menyuruh semua penumpang menggunakan sabuk pengaman mereka.

Ada anak kecil turun dari kursinya untuk mengambil minumannya yang terjatuh, tepat saat itu goncangan semakin berasa sampai-sampai tempat makanaan berjalan ke arah anak itu. Melihat itu Ji Won dengan cepat langsung berlari dan melindungi anak itu, sehingga punggung Ji Won yang terkena tempat makanaan itu.

Semua orang terkejut atas apa yang tiba-tiba terjadi, pemuda yang ketakutan tadi juga melihat keberanian Ji Won.

Di ruang perlengkapan, Ji Won di beri kompres punggungnya. Pramugari yang membawa tempat makaan itu meminta ♏ααƒ pada Ji Won atas kelalaiannya. Dan tentu saja Ji Won tak mempermasalahkannya.

Yoon Sung kemudian memberi panggilan dan menanyakan bagaimana situasi di kabin penumpang. Won Joo menjawab kalau penumpang dalam keadaan baik-baik saja, tapi… Saat akan memberi tahu apa yang terjadi pada Ji Won, Ji Won memberi kodee untuk tidak memberitahukannya sehingga Won Joo mengatakan pada Yoon Sung kalau “manager baik-baik saja”.

Mendengar ucapan Won Joo semua pramugari tertawa.

Ji Won keluar lagi untuk melayani penumpang, dan dia langsung disambut dengan tepuk tangan oleh semuanya.

Akhirnya mereka semua sampai dengan selamat ke Jeju. pada pemuda yang ketakutan itu Ji Won meminta maaf atas ketidak nyamanannya. Pemuda itu menjawab kalau dia sekarang sudah nyaman. Ji Won senang mendengar itu. Pemuda itu berjalan pergi, namun sebelum dia melewati pintu pesawat dia berbalik lagi dan berkata pada Ji WOn.

“aku percaya pada noona Flight Attendant mulai sekarang.”

Ji Won senang, dan akan melihat buktinya nanti saat pemuda itu melakukan penerbangan lagi.

Di rumah Mal Ja sedang membersihkan dapur, Dal Ho masuk untuk menyindir Mal Ja tentang mendapatkan perkerjaan di retoran makchang. Mal Ja menjawab kalau dia tidak sepenuhnya bekerja disana, dia kesana hanya jika Pal Bong membutuhkan dirinya. Dal Ho pun menyindir lagi, kenapa pria itu terus menelpon Mal Ja sedangkan Mal Ja mempunyai anak kecil yang harus dia urus.

“itu karena Dal Ho ada disini,” jawabMal Ja.

“apa kau pikir aku seorang baby sitter?” tanya Dal Ho lagi.

Mendengar itu Mal Ja sedikit tidak suka. Dia menganggap Dal Ho tidak suka mengurus Ppo Song. Dal Ho menyadari kata-katanya salah dan berusaha meralatnya, namun Mal Ja sudah mengecap Dal Ho tidak suka mengurus Ppo SOng. dan dengan kesal Mal Ja  berjanji apapun yang terjadi dia tidak akan membiarkan Ppo Song bersama Dal Ho lagi.

Da Jin dan Yoon SUng dalam perjalanan pulang. Saat pulang cuaca dalam keadaan baik, sehingga mereka bisa sedikit bersantai. Da Jin mengungkapkan rasa tegangnya saat turbulensi, dia juga bertanya apa yang Yoon Sung rasakan, Yoon Sung menjawab kalau dia juga merasakan hal yang sama.

Da Jin mengatakan kalau Yoon Sung terlalu gugup saat turbulensi, apa Yoon Sung pernah mengalami kesulitan karena turbulensi? Tanya Da Jin.

Jawabannya tentu saja, namun Yoon Sung tidak memberikan jawaban, dia langsung mengalihkan topik dengan menyuruh Da Jin memeriksa ketinggian.

Di ruang menara Dong Soo merasa resah, sampai dia diberitahu kalau penerbangan dari Incheon ke Jeju mengalami turbulensi tapi, dari Jeju ke Incheon tidak akan ada masalah.

Dong Soo terus menunggu panggilan dari Da Jin, dan yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga. Dengan semangat Dong Soo memantau pendaratan Da Jin.

Seperti biasa para pramugari berbaris memberi selamat tinggal pada penumpang. Yoon Sung diikuti Da Jin juga akan keluar. Tepat saat Yoon Sung akan melangkahkan kakinya keluar pesawat, Ji Won memanggilnya.

“terima kasih atas penerbangan yang aman terlepas dari turbulensi” ucap Ji Won.

Yoon Sung tak menjawabnya, dia langsung pergi. Mendengar semua itu, membuat raut wajah Da Jin muram.

Di kantornya, In Tae membaca dokumen yang dia dapat tentang kecelakaan 7 tahun yang lalu. Kemudian dia menelpon seseorang dan mengatakan kalau dengan fakta yang dia peroleh dari kecelakaan 7 tahun yang lalu, dia bisa mengakhiri karir Kim Yoon Sung.

Setelah menutup telepon, In Tae melihat foto dirinya bersama istrinya. Dia pun teringat apa yang dikatakan istrinya.

“sayang, tolong bawa kembali Yoon Sung. Dia hanya anak kecil yang tak punya salah apapun. Aku ingin meminta bantuan untuk yang terakhir kalinya.”

Di ruangannya Mi Jo terus teringat keakraban antara Da Jin dan Yoon Sung. Dia lalu menelpon seseorang dan meminta Da Jin menemuinya ketika Da Jin  kembali ke Incheon.

Baru saja sampai, Da Jin langsung diberitahu kalau Mi Joo ingin bertemu dengannya.

Da Jin pun menemui Mi Joo, tanpa basa basi Mi Joo menanyakan apa salahnya dengan penerbangan domestik. Da Jin menjawab kalau dia senang bisa terbang ke banyak negara asing. Mi Joo mengatakan kalau dengan penerbangan domestik, Da Jin bisa memiliki waktu yang santai, dia juga menyinggung tentang Da Jin yang mempunya tanggungan adik yang sakit serius.

“Jadi aku pikir, dengan adik kecil, sakit, kau tidak akan merasa nyaman berada begitu jauh,” ucap Mi Joo, dengan alasan semua itu, Mi Joo mengatakan kekhawatirannya, dia takut Da Jin nantinya akan melakukan kesalahan jika dia mendapat kabar tentanga adiknya yang sakit. Mi Joo juga mengatakan kalau dia takut Da Jin akan merugikan perusahaan.

Namun, Da Jin tetap bersikeras ingin tetap melakukan penerbangan ke luar negri, itu semua agar dia bisa belajar banyak. Mi Joo lalu mengatakan kalau perusahaan sedang membahas masalah Da Jin saat ini, jadi apa yang dia sarankan pada Da Jin untuk memilih penerbangan domestik adalah untuk kebaikan Da Jin. Da Jin memohon pada Mi Joo untuk tidak memasukan masalah itu dalam rapat perusahaan.

“aku punya mimpi, mimpiku…..”

“apakah kau mengatakan perusahaan boleh hancur hanya karena mimpi pribadimu? Apa yang kau katakan tidak masuk akan sama sekali.” Potong Mi Joo.

Da Jin sudah terlihat sangat kesal, namun dia masih bisa menahan diri.

Da Jin berjalan ke halte bus sendirian. Dia terlihat sedih. Tak lama kemudian Yoon Sung muncul dan mengajaknya pulang  bersama. Dalam perjalanan pulang, Da Jin hanya diam saja. Bahkan saat Yoon Sung bertanya apa yang terjadi, Da Jin tak menjawab.

Yoon Sung tidak mengantarkan Da Jin pulang, dia malah membawa Da Jin ke rumahnya. Da Jin menunggu di sofa sedangkan Yoon Sung berada di dapur, dia memasakkan sesuatu untuk Da Jin. Da Jin penasaran pada apa yang Yoon Sung buat, jadi dia ingin melihat, namun Yoon Sung tidak membiarkannya. Yoon Sung menyuruh Da Jin menunggu.

“Tada”!!!!

Akhirnya masakan yang dibuat Yoon Sung kelar. Yoon Sung mengatakan kalau yang dia buat adalah sesuatu yang dibutuhkan tubuh Da Jin. Da Jin membuka penutup makanan, dan terkejut melihat ternyata yang dibuat Yoon Sung adalah sayur. Da Jin protes karena dia mengira Yoon Sung akan memberinya daging untuk melepas stres. Selain sayur Yoon Sung ternyata memberikan Da Jin kurma juga. Da Jin senang memakannya dan itu membuat dia tidak stres lagi.

Setelah makan, Yoon Sung dan Da Jin menonton film bersama. Da Jin pun mengatakan kalau dia membenci tipe laki-laki yang ada di film itu. Da Jin membenci pria yang menyembunyikan masa lalunya.

“dia harusnya jujur dan mengatakan ‘aku melakukan kesalahan, maaf… maafkan aku…’ dia hanya harus jujur.”

Yoon Sung menyadari kalau orang yang di benci Da Jin adalah tipe laki-laki seperti dirinya.

“aku benci pria yang menyembunyikan masa lalu mereka dan berbohong. Bahkan jika dia membunuh ibu gadis itu tanpa sengaja, ia seharusnya tetap harus jujur dan mengatakan semuanya”

Da Jin menyandarkan dirinya pada Yoon Sung, dan meminta Yoon Sung untuk tidak menjadi seperti pria di film itu. Dengan wajah sedih Yoon Sung mengatakan kalau dia tidak akan melakukan hal seperti itu.

Da Jin pulang, dan dia terus  teringat apa yang baru saja dia lakukan bersama Yoon Sung. Da Jin  tersenyum senang.

Berbeda dengan Da Jin, Yoon Sung masih di tempat yang sama, dia teridam merenung teringat apa yang Da Jin katakan kalau Da Jin membenci pria yang menyembunyikan masa lalunya. Yoon Sung bingung, apa yang harus dia lakukan.

Di kantor, Yoon Sung masih bingung dan bimbang, apa yang harus dia lakukan pada Da Jin. Da Jin masih berada di ruang loker, saat dia mendapat sms dari Yoon Sung yang mengatakan kalau Yoon Sung mempunyai sesuatu yang ingin dia katakan pada Da Jin.

Selain Da Jin, Yoon Sung juga memberitahu Ji Won kalau dia akan mengatakan semuanya pada Da Jin. Ji Won berusaha mencegahnya, jadi dia memberitahu Dong Soo untuk mencegah Yoon Sung melakukan semua itu.

Dong Soo dan Ji Won langsung pergi mencari Da Jin dan Yoon Sung.

Ji Won teringat pada apa yang pernah Yoon Sung katakan “aku tak bisa melakukan ini lagi. Aku kira jawabannya tinggal menunggu sampai dia memaafkanku. Seperti apa yang kau lakukan.”

Beralih pada Dong Soo yang mencari Da Jin, saat tengah berlari, dia teringat apa yang Yoon Sung katakan padanya.

“jika Da Jin tak bisa memaafkanku, silahkan menjadi orang yang melindunginya. Harap membantuku”

Da Jin berjalan menggunakan tangga sedangkan Yoon Sung berjalan di bawah. Da Jin sudah sampai di restoran tempat mereka janjian.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Bagikan ke teman: