Sinopsis I Miss You Episode 20 ( Bagian 1 )

 I Miss You, Sinopsis
Sinopsis I Miss You Episode 20 akhirnya bisa kutulis juga, setelah pulang liburan dari jogja. Semakin menuju episode akhir, semakin menegangkan dan mengharukan. Yang bikin ngeselin nonton drama ini satu buat ku, sampai episode 20, Han Tae Joon, ayah Jung Woo, belum juga melunak hatinya pada Jung Woo, malah tambah mengeras dan terus terobsesi dengan uang.

Sinopsis I Miss You Episode 20 ( Bagian 1 ) !!!

Hyung Joo berjalan ke makam ibunya, disana dia melihat foto ibunya, berserta kalung Ah Reum  yang selalu Hyun Joo bawa. Hyung Joon mendekatkan kalung yang dia punya dengan kalung milik Ah Reum. 
“Apa ini, surga yang ibu bicarakan? Sekarang aku, harus melarikan diri seperti ini. Sat aku masih hidup sampai aku mati. Dengan kaki ini. Terima kasih.” Ucapa Hyung Joon dengan penuh emosi.
Foto Harry Borrison ahirnya dikirm juga oleh kepolisian Perancis. 
Jung Woo dan Soo Yeon sudah di dalam mobil dan bersiap pergi. Ponsel Jung Woo bedering dan ternyata itu adalah kiriman gambar Harry Borrison, dan Harry Borrison yang sebenarnya adalah Yoon Hyung Jae. Tak lama kemudian posnel Soo Yeon juga bunyi. Itu telepon dari Joo, Soo Yeon mengangkatnya dan langsung di loadspeaker.
Joo mengatakan kalau mereka mendapat balasan dari Perancis,  dan DNA yang ada di kaleng itu adalah milik Hyung Joon, “itu adalah pembunuhan, mreka tak memberi keringanan meskipun dia di bawah umur. Entah di Perancis atau Korea, tak ada tempat untuk Kang Hyung Joon bisa kabur. Cepat tangkap dia. Ah, kami sedang menuju rumah harry.”
Jung Woo memberitahu kalau Harry ada di tempat pemakaman. Jung Woo menutup telepon dan langsung mengambil borgol di jasnya. Jung Woo akan segera menangkap Harry, dan dia menyuruh Soo Yeon untuk menunggu di mobil. 
Saat akan keluar, Soo Yeon memanggil Jung Woo. Jung Woo melihat ke arah depan, dan disana sudah ada Harry yang menaiki sepedanya. 
Mereka saling menatap, Harry tersenyum tipis, dan Soo Yeon menunduk tak berani menatap lagi. Sedangkan Jung Woo masih melihat ke arah Harry, dia juga mendapat sms dari Ah Reum yang mengatakan kalau ibunya sudah ingin bekerjasama, dia mengatakan kalau bukan Soo Yeon pelakunya, melainkan Harry.
Setelah mendapatkan semua bukti yang diperlukan untuk menangkap Hyung Joon, Jung Woo langsung tersenyum puas. 
Melihat Jung Woo yang tersenyum, Hyung Joon langsung  mencemooh, “Han Jung Woo. Apakah kau  akhirnya menemukan bukti? ” 
Senyum cepat memudar dari wajah Jung Woo setelah dia menyadari kalau banyak  mobil hitam mengelilingi mereka.

Beberapa pria berjas hitam keluar dari mobil dan berdiri dibelakang Hyun Joon, ternyata mereka adalah preman yang bertugas melindungi Hyung Joon. 

Jung Woo langsung mengunci pintu dan  Hyung Joon menelpon  Jung Woo. 
Jung Woo bertanya apakah Hyung Joon  tidak punya nyali untuk bertarung dengan dirinya  secara langsung. Hyung Joon cepat memotong dan mengatakan kalau semua itu  tidak perlu, “Aku di sini untuk mengambil Zoe” 
Jung Woo mengingatkan Hyun Joon yang pernah mengatakan kalau diaa tdak ingin hidup didunia yang sama dengan Soo Yeon, mengapa sekarang Hyung Joon berubah pikiran? 
Dengan santai Hyung Joon menjawab, kalau dia hanya mengikuti saran Jung Woo yang pernah berkata, orang  tidak bisa hidup sendirian di dalam surga. Soo Yeon yang ikut mendengarnya, meminta Hyung Joon menghentikan semuanya.
Hyung Joon beralih bicara dengan Soo Yeon, dia menawarkan pada Soo Yeon untuk hidup bersama-sama lagi, seperti 14 tahun yang lalu, dengan  situasi yang sama dimana saat  itu Hyung Joon yang sedih karena ibunya meninggal, “Aku tidak akan  pergi ke mana pun jika kau  tidak pergi.” 
Soo Yeon sudah kebaal, dia tidak ingin percaya lagi dengan kata-kata Hyung Joon lagi. 
Jung Woo berkata pada  Hyung Joon  kalau Hyung Joon  ingin mengubah pikiran Soo Yeon, ia harus mengambil tanggung jawab atas apa yang dia lakukan, bukan malah memanggil para  gangster.

Tanpa ragu, Hyung Jun mengungkapkan kalau preman-preman yang bersamanya adalah  preman suruhan Han Tae Joon,  “orang yang tidak perduli apakah anaknya terluka atau tidak, karena dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan uang.” 
Hyung Joon  berhenti sebentar, dan menanyakan apakah Jung Woo masih mengasihani ayahnya. 
Mendengar pertanyaan Hyung Joon, Jung Woo teringat obrolan dirinya dan Soo Yeon di rumah Hyung Joon, yang ternyata secara diam-diam dilihat dan didengaar semuanya oleh Hyung Joon melalui rekaman CCTV. Dimana Jung Woo mengatakan kalau dia kasihan pada ayahnya yang tidak pernah membelanjakan uangnya, atau membeli mobil baru.  
Ketika Hyung Joon  betanya apakah Jung Woo berani  menangkap Han Tae Joon, Jung Woo dengan berani menyatakan kalau ayahnya  melakukan kejahatan, ia akan menangkapnya. Hyung Joon memanggil  Soo Yeon dengan nama Zoe, tapi Soo Yeon dengan cepat  menjawab, “aku Soo Yeon!” 
Terlihat Hyung Joon mulai terpancing emosi,  “Jangan membuat ku marah.” 
Jung Woo berkata pada  Hyung Joon, “larilah! aku akan menangkapmu.” 
Hyung Joon benar-benar terpancing emosi, dia langsung  memerintahkan para preman untuk menarik Soo Yeon keluar. Para preman mulai merusak mobil dengan tongkat mereka. Dengan cepat Jung WOo melindungi SOo Yeon dari pecahan kaca.
Jung Woo memperingatkan Hyung Joon melalui telepon yang masih tersambung, dan Hyung Joon dengan santai mengatakan apakah  Jung Woo akan berani  membunuh orang. 
Dengan penuh kemarahan, Jung Woo menjawab, “aku  tidak membunuh orang. Kau hanya sampah” 
Jung Woo langsung  menginjak pedal gas untuk pergi dan preman-preman yang mengerubuti mobil Jung Woo satu persatu jahut. Hyung Joon langsung turun dari sepedanya, dia tidak percaya Jung Woo bisa melakukan hal seperti itu
Tak berapa lama, Polisi datang dan melawan para preman. Jung Woo meninggalkan Soo Yeon dengan seorang perwira polisi dan dia berjalan keluar untuk menangkap Hyung Joon, tapi saat dia kembali ke tempat sebelumnya, Jung Woo tidak menemukan Hyung Joon disana.  
Hyung Joon ternyata sudah mengendarai sepedanya dan menuruni bukit.  Dia mendekati mobil yang ada Soo Yeon di dalamnya. Dia mencoba untuk membuka pintu dan Soo Yeon langsung ketakutan saat melihat Hyung Joon.  
Polisi yang dipercaya menjaga Soo Yeon, tidak mengenali Hyung Joon. Saat dia melihat Hyung Joon, dia langsung membuka jendela Soo Yeon, tapi Soo Yeon langsung berteriak tidak, dia juga  mencoba mengangkat jendela kembali dengan tangannya. 
Soo Yeon menangis dan menyuruh Hyung Joon  pergi, “Kau mencoba membunuhku.”

Hyung Joon benar-benar tak percaya melihat Soo Yeon yang begitu ketakutan padanya, Soo Yeon pun terus memohon agar Hyung Joon pergi meninggalkannya. 
Sebelum Hyung Joon  bisa mengatakan apa-apa, Jung Woo yang melihatnya langsung berteriak, dan Hyung Joon langsung  cepat menaiki sepedanya  kembali  dan melarikan diri. Dan Polisi yang laing juga langsung mengejarnya. 
Jung Woo berhasil berada dekat dengan Hyun Joon, dan dia juga berhasil menarik tas Hyung Joon,  tapi sebuah mobil hitam tiba untuk menyelamatkan Hyung Joon.

Jung Woo gagal menangkap Hyung Joon, dia pun berteriak frustasi, “aku akan menemukanmu” 

Isi tas milik Hyung Joon hanya berisi  tablet PC dan beberapa USB. 
Selain itu juga Joo mengatakan kalau mereka sudah  menemukan  barang bukti tambahan yang ditemukan di rumah Hyung Joon di bawah bak mandinya. Joo langsung menyambungkannya dengan pembunuhanyang Hyung Joon lakukan, dimana pembunuhan selalu ada hubungannya dengan air. Joo menjelaskan kalau  secara psikologis, semua peristiwa terjadi karena Hyung Joon sangat kehilangan ibunya. Sehingga dia melakukan  kejahatan yang dengan air yang dapat dihubung-hubungkan dengan cairan ketuban dari seorang ibu. 
Jung Woo meralat dengan mengatakan kalau obsesi terbesar Hyung Joon  adalah Soo Yeon. 
Joo menambahkan kalau Hyung Joon  mungkin mengalami gangguan kepribadian, yang membuat dia menjadi bersikap seperti itu. Jung Woo berharap kalau kasus ini cepat selesai, agar Soo Yeon juga tidak terus menderita.
Eun Joo masuk membawa ubi jalar untuk Jung Woo dan Joo, Eun Joo kemudian langsung bertanya apa Jung Woo sudah tahu siapa pembunuhnya ayahnya, “Kelinci Gila, pastikan kau menangkap dia dan membawanya hidup-hidup. Karena aku akan membalas dendam padanya “
Jung Woo tidak memberitahu yang sebenarnya pada Eun Joo kalau yang membunuh detektif Kim  adalah Hyung Joon.
Soo Yeon sedang bersama ibunya di kamar. Soo Yeon berbaring dan dia merasa senang bisa bersama dengan ibunya lagi, setelah masa sulit yang sudah mereka berdua lewati. Dia melihat kaki ibunya, dan menanyakan apakah ibunya  juga memiliki banyak bekas luka setelah melarikan diri dari ayahnya. 
Ibu Soo Yeon  menjawab kalau sampai sekarang dia masih belum bisa melupakan masa-masa menyakitkan itu, dimana dia selalu berlari dari suaminya sendiri yang suka memukul.  Ibu masih sering mendapat  mimpi buruk tentang semua itu. Soo Yeon mengerti, karena dia juga merasakan hal yang sama, kenangan tentang ayahnya dan  pemerkosaan selalu hadir dalam ingatannya ketika dia merasa ketidak adilan. 
Ibu Soo Yeon mulai menangis, dia merasa menjadi penyebab Soo Yeon mengalami semuanya itu. 
Soo Yeon bangkit , “Meski begitu, Jung Woo mengucapkan  terima kasih untuk tetap hidup. Terima kasih untuk memungkinkan dia terus  menunggu. Eun Joo juga mengatakan kalau dia akan minum dengan ku  setiap kali aku  ingin “jawab Soo Yeon sambil tersenyum.. “Ketika aku masih menyembunyikan identitasku, rasanya seperti aku melakukan kejahatan, tapi sekarang tidak lagi. Dan inilah  yang terbaik. ” 
Ibu dan anak ini menangis bersama, dan mengatakan kalau semua itu bukan kesalahan mereka. 
Tepat disaat kitu, Jung Woo akan masuk ke kamar Soo Yeon, ketika ia mendengar ibu dan Soo Yeon  berbicara tentang dia, dia mengurungkan niatnya untuk langsung masuk, dan mendengarkannya di balik pintu.
Ibu Soo Yeon mengatakan kalau dia  tidak mengerti dengan orang tua Jung Woo yang  bisa melupakan anak seperti dia, “aku selalu menjalani kehidupan yang sembrono, tetapi ketika kau menghilang, aku merasa seperti aku akan mati, tetapi orang tua Jung Woo, aku belum pernah melihat orang tua seperti itu sebelumnya.” 
Mendengar semua itu, Jung Woo bersandar ke dinding, dia  mendesah, karena semua yang ibu  katakan itu benar. 
Tak lama  kemudian, Jung Woo masuk ke kamar Soo Yeon dan langsung tidur dipangkuan Soo  Yeon. Jung Woo mengatakan kalau dia tidak mau menemui ayahnya hari ini. 
Sambil membelai rambut Jung Woo, Soo Yeon berkata kalau ibunya melihat mereka seperti ini, ketika mereka masih berusia 15 tahun, pasti ibunya akan mengomeli mereka. 
“aku hidup dari omelan orang-orang”, jawab Jung Woo. 
Soo Yeon lalu mengubah topik dan bertanya, bagaimana acara kelulusan  waktu SMP? Apakah ada yang datang? 
Jung Woo mengangkat bahu, dan mengatakan kalau dia sudah terbiasa sendirian sejak dia belajar di luar negeri sendiri sejak dia berusia 8 tahun. 
Melihat ekspresi Soo Yeon yang terlihat kasian padanya, tiba-tiba Jung Woo menepuk dahinya. 
“kau  akan tersentuh jika aku berkata aku selamat karena aku berfikir tentangmu!” Jung Woo meminta Soo Yeon untuk bertanya lagi, tapi Soo Yeon menjawab kalu  dia suka ketika dia bisa menghibur Jung Woo. 
Soo Yeon menyuruh Jung Woo pergi menemui ayah dan ibu tirinya, dan jika  nanti Jung Woo marah, Soo Yeon akan datang untuknya dan memberikannya kenyamanan. 
Jung Woo tersenyum mendengar apa yang tawarkan Soo Yeon, tetapi akhirnya Jung Woo mengakui kalau  dia takut pergi menemui ayahnya, “aku  berjanji pada diri sendiri, kalau aku tidak akan takut pada apa pun setelah melarikan diri dan kehilanganmu, tapi sekarang aku  sedang mencoba untuk mengungkapkan kejahatan ayahku, aku sedikit takut.” 
Jung Woo berharap kalau ayahnya bisa berada di sisinya walau hanya sekali saja. 
Hyung Joon berhasil lolos dari kejaran polisi, dia dengan tergesa-gesa masuk kesebuah ruangan dan langsung menguncinya, ternyata ruangtan itu adalah kamar dimana dia dulu waktu kecil dikurung oleh perawat Hye Mi, dan di ruangan itulah dia pertama kali bertemu dengan Soo Yeon. 
Hyung Joon terlihat ketakutan saat teringat Soo Yeon yang ketakutan dan terus memintanya pergi meninggalkannya. 
Hyung Joon kemudian menelpon Tae Joon dan menuntutnya untuk membawa Soo Yeon langsung ke hadapannya, kalau tidak, dia tidak akan memberiikan uangnya pada Tae Joon. 
Tae joon benar-benar kesal dibuatnya, ditambah lagi saat dia melihat surat cerai dari Mi Ran yang sudah distempel. 
Jung Woo menemui Mi Ran terlebih dulu, Mi Ran mulai mengatakan semuanya  dan dia meminta maaf pada Jung Woo atas semua kesalahan yang dia lakukan. Mi Ran menangis, ia menambahkan kalau  ia dan Ah-reum sekarang hanya percayaan pada Jung Woo. Dia mengakui kalau dia takut pada Tae Joon dan Hyung Joon. 
Jung Woo bertanya bagaimana Mi Ran tahu tentang Hyung Joon, dan Mi Ran hanya diam.  Sehingga Jung Woo mengatakan kalau dia tahu ketika ayahnya masuk  penjara pasti semua itu karena uang yang disembunyikan kakeknya, dan Hyun Joo menculik  Jung Woo pasti juga  karena uang, tapi alasan mengapa Tae Joon melukai kaki Hyung Joon sampai seperti itu, Jung Woo belum menemukan jawabannya. 
Mendengar semua itu membuat Mi Ran sedikit ketakutan, Mi Ran pun  bertanya apakah jika dia menceritakan segalanya, dia akan masuk penjara, tapi Jung Woo meyakinkan kalau hidup Mi Ran sekarang  terancam sehingga dia tidak akan men dapatkan hukuman. 
“Jadi sekarang katakan padaku … tentang Hyun Joo dan Hyung Joon?” 
Jung Woo berjalan keluar dari kamar Mi Ran dengan keadaan shock. 
Di rumahnya Tae Joon sedang berbicara dengan pengacaranya, dia menyuruh pengacaranya untuk menghapus nama Mi Ran dan Ah Reum dari asetnya. 
Tepat saat itu,  Jung Woo memasuki ruangan dan Tae Joon langsung menyuruh pengacaranya  dan Jung Woo untuk keluar. Namun Jung Woo tidak mau, dia masih tetap bertahan disana.
Jung Woo berdiri di depan ayahnya, “Bagi ku, aku  punya dua ayah. Detektif Kim mengatakan padaku bagaimana cara untuk hidup dan kau  menunjukkan padaku  bagaimana cara untuk tidak hidup. ” 
Jung Woo berhenti sejenak sejenak, dan melanjutkan kata-katanya. 
“Jika aku adalah anak berusia 12 tahun dan jika seseorang membiarkan anjing masuk ke kamarku untuk membunuhku, jika  aku bisa  lolos setelah digigit oleh anjing-anjing itu di kaki sehingga tidak  bisa berjalan lagi, jika ibuku menculik seseoranng karena uang,  Jika saudara tiriku mengurung ibuku di rumah sakit jiwa, dan jika orang yang melakukan itu  masih hidup tanpa merasa bersalah tentang semua itu … ” 

Belum selesai Jung Woo menyudahi kata-katanya, Tae Joon langsung bangkit dari duduk nya dan berteriak pada Jung Woo, tapi Jung Woo tetap meneruskan kata-katanya. 
Jung Woo mengatakan tentang ayahnya yang mengabaikan fakta kalau  anaknya sudah diculik dan pacar anaknya diperkosa, dan semua itu karena uang. Jung Woo  menambahkan kalau  ayahnya tidak pernah merasa bersalah, dia tetap memikirkan uang, dengan  mengabaikan permintaan anaknya, dan membuat kebohongan berita kematian seorang gadis yang tidak bersalah, “Bahkan ketika saudara tirinya, yang sudah ia buat cacat, dan menjadi pembunuh berantai, ia mengabaikan semua pembunuhan, dan hanya memikirkan masa depannya!” 
Mendengar itu Tae Joon sudah tidak bisa menahan diri lagi, dia langsung mengangkat tangannya dan menampar Jung Woo. CEO 
“Ayah!” panggil Jung Woo, namun tamparan sekali lagi yang didapat  Jung Woo. 

Dengan air mata di matanya, Jung Woo bertanya apakah ayahnya adalah manusia dan apakah  dirinya adalah anak manusia. Tae Joon tak bisa percaya, Jung Woo bisa berkata seperti itu padanya. Jung Woo mengatakan, “Aku anakmu, tapi aku malu karenamu” 
Tae Joon  menatap tak percaya, sedangkan air mata terus mengalir di pipi Jung Woo. 
Hyung Joon terletak di lantai tanpa alas, dia menggigil kesakitan. dia mendengar suara Soo Yeon kecil yang menanyakan apakah dia baik-baik saja.
Hyung Joon  membuka matanya dan melihat Soo Yeon kecil  menatapnya dari jendela. 
Soo Yeon bertanya apakah ia sudah makan, Hyung Joon tersenyum melihat Soo Yeon kecil,  tapi tiba-tiba seseorang menarik Soo Yeon pergi dan itu membuat Hyung Joon panik. 
Hyung Joon melihat ke luar jendela mencari Soo Yeon namun dia tidak menemukannya. Hyun Joon mengira Soo Yeon pergi karena dia takut pada Hyung Joon padahal 14 tahun yang lalu, Soo Yeon pergi karena ditarik oleh perawat Hye Mi. 
Hyung Joon teringat pada Soo Yeon yang begitu ketakutan padanya, dan meminta Hyung Joon pergi, Soo Yeon takut, Hyung Joon akan membunuhnya.

Hyung Jun mengatakan, “tidak… tidak… tidak…. Soo Yeon”. Hyung Joon dengan tergesa-gesa  membuka kunci pada pintu dan langsung  pergi mencari Soo Yeon. 
Dia mengendarai mobilnya pergi  ke rumah Soo Yeon, ia menunggu Soo Yeon, namun Soo Yeon tidak keluar rumah, Hyung Joon melihat tulisan ‘I Miss You’ dinding. Dia baru akan  keluar dari mobil, tapi kemudian dia melihat polisi datang, sehingga dia langsung buru-buru pergi. 
Orang yang ditunggu Hyung Joon sedang bersama ibunya, Soo Yeon belum bisa tidur karena dia sedang menunggu Jung Woo, sedangkan ibunya sudah tertidur pulas.
Jung Woo menelpon  Soo Yeon, membuat Soo Yeon harus keluar kamar agar tidak menganggu ibunya. dan Jung Woo mengatakan kalau  ia merasa ingin menangis, “Karena angin sudah menyakiti mataku” Jung Woo mengatakan kalau dia merindukan Soo Yeon. 
Mengingat apa yang ibunya katakan padanya, kalau Jung Woo mengatakan rindu, itu berarti dia sedang punya masalah, Sehingga Soo Yeon memberitahu Jung Woo kalau dia merindukan dirinya, cepatlah pulang. Soo Yeon juga menyuruh Jung Woo membawakannya ayam panggang. Soo Yeon mengatakan pada Jung Woo untuk tidak memikirkan hal lain, yang harus Jung Woo pikirkan sekarang adalah mencari ayam panggang untuknya.
Jung Woo menutup telepon dan menatap kembali ke rumah. Dia mengatakan pada ayahnya kalau ia tidak mengharapkan ayahnya  untuk membawa ayam. Dia hanya ingin ayahnya mengingat kalau  ia memiliki sebuah keluarga. 
Soo Yeon menunggu di luar, di tangga yang dindingnya bertulisakan  ‘I Miss You’ . Tak lama kemudian dia mendengar Jung Woo datang dengan membawa ayam pesanannya. Soo Yeon langsung  melingkarkan syal dilehernya, dan mengatakan kalau dia sangat merindukannya. Lalu Soo Yeon membawa Jung Woo  pergi ke taman bermain. 
Soo Yeon  melakukan semua yang  Jung Woo pernah lakukan. Soo Yeon pergi ke ayunan kosong, dan  mendorongnya seperti yang Jung Woo lakukan. Dia berlari ke bagian atas papan peluncur  dan mulai bernyanyi lagu Magic Castle seperti yang Jung Woo pernah lakukan.
Sambil tersenyum, Jung Woo memuji apa yang dilakukan Soo Yeon.
Dengan hati-hati akhirnya Soo Yeon bertanya apa yang ayah Jung Woo katakan. 
Merasa lebih frustrasi setelah bertemu  ayahnya, Jung Woo mengatakan kalau apa yang dikatakan Soo Yeon tentang ayahnya semuanya benar.  “Dan Harry ….” Jung Woo berhenti, dia tertawa tak percaya. Dia meminta Soo Yeon untuk memeluk dan Soo Yeon meluncur ke bawah untuk memberinya pelukan. 
“Sekarang giliranku. Menangislah  jika kau  ingin, “kata Soo Yeon, tapi Jung Woo menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak akan menangis lagi.” Dia memegang tangan ke Soo Yeon dan akhirnya mengungkapkan kalau Hyung Jun adalah anak kakek Jung Woo itu. Jung Woo mengakui kalau dia   marah karena dia tidak pernah tahu tentang kakeknya dan mereka semua  berusaha keras untuk menutupinya. 
Soo Yeon yang mendengarnya juga terkejut.  Melihat Soo Yeon yang hampir menangis, Jung Woo mengatakan kalau angin benar-benar kuat sehingga membuatnya menangiis.  Dia langsung merentangkan tangannya dan  menjanjikan kalau  ia akan melindungi Soo Yeon  dari setiap angin yang datang padanya. 
“Soo Yeon, aku  akan membuatmu tersenyum besok. Dan kita hanya harus hidup seperti itu, membuat kenangan yang indah ” 
Soo Yeon cepat menghapus air matanya, ia juga merentangkan tangannya  untuk Jung Woo, untuk menghalangi angin yang bisa membuat mata Jung Woo sakit.
Bagikan ke teman: