Sinopsis I Miss You Episode 19 ( Bagian 1 )

 I Miss You, Sinopsis
Sinopsis I Miss You Episode 19 ( Bagian 1 ) setelah dua hari, akhirnya rampung juga, hehhee. memang waktu yang lama, tapi gak tahu kenapa buat nulis berat banget bagi waktunya. Ya sudah, lupakan yang penting sinopsis ini sudah selesai, mari kita bahas bersama jalan cerita drama ini, dimana pada bagian 1 ini, kita akan melihat kekompakan tim Jung Woo untuk mengungkap kasus yang menjadikan Soo Yeon sebagai tersangkanya.

Sinopsis I Miss You Episode 19 ( Bagian 1 ) !!!
Jung Woo membawa Soo yeon ke kantor polisi, selama perjalan menuju kantor polisi mereka terus bergandengan tangan. Setiba dikantor polisi, mereka sudah disambut oleh Tim Jung Woo, Joo dkk. Mereka pun langsung masuk ke kantor polisi namun langkah mereka dihadang oleh Kepala Polisi yang langsung menegur Jung Woo.
“Han Jung Woo…. kau sudah dikenakan sanksi disiplin atas pekerjaanmu. Kau masih melarikan diri bersama tersangka pembunuhan?”
“Dia adalah Lee Soo Yeon yang diduga telah meninggal,” jawab Jung Woo. 
Dengan nada mengejek Kepala Polisi bertanya, apakah Jung Woo akan mengintrogasi Soo Yeon secara pribadi? “bukan hanya aku yang menganggapnya telah meninggal, tapi seluruh kantor”.
Katua Tim pun ikut bicara, kalau saat ini ada daftar rekening para pegawai dimana Han Tae Joon yang menyetorkan uangnya, “pihak kejaksaan yang akan menginvestigasinya sendiri.”
Kepala Polisi hampir mati kutu, tapi dia tidak ingin kalah, “karena seorang wanita… kau menuduh ayahmu sendiri. Kau sudah tidak waras.”
Jung Woo menjawab, entah itu wanita atau pun pria, “aku diajarkan bahwa tugas polisi untuk mencegah seseorang diperlakukan tak adil. Disaat bekerja dibawah seorang pimpinan yang tak mengerti soal itu…  aku menjadi tak waras.”
Joo pun ikut meramaikan dengan mengatakan kalau Harry Borrison datang ke rumah han Tae Joon,  untuk bertemu dengan bibi Jung Woo. “aku ingin tahu siapa yang membocorkannya? Menurutmu siapa? “tanya Joo pada Kepala Polisi.
Kepala Polisi benar-benar geram dibuatnya, diapun menuduh Ketua Tim dan Joo, sekongkol dengan Jung Woo untuk menyulitkan dirinya, tapi itu tidak akan bisa terjadi, karena mereka sudah bersekongkol menyembunyikan penjahat dan menyembunyikan barang bukti. 
Kali ini Soo Yeon ikut bicara, “bukan aku pelakunya. Mungkin ayahku memang seorang  pembunuh, tapi aku tidak membunuh siapapun,” mendengar itu Ketua Tim bertanya pada Jung Woo, apakah Jung Woo belum mengatakan yang sebenarnya pada Soo Yeon, kalau ayahnya bukan seorang pembunuh. Soo Yeon terkejut mendengarnya, dan Jung Woo mengatakan kalau ibu Soo Yeon mengatakan kalau dia yang akan mengatakannya. Tapi sampai sekarang Soo Yeon belum mendengarnya. (yaa.. tentu saja, mulai dari Jung Woo meminta ibu Soo Yeon mengatakan semuanya pada Soo Yeon, ibu dan Soo Yeon belum bertemu untuk mengobrol banyak bersama)
“tanyakan langsung pada Kepala Polisi, tampaknya dia yang paling tahu” ucap Joo. (ya, memang diia yang paling tahu, karena dia yang menghalangi detektif Kim mengungkap kebenaran kalau mereka sudah salah tangkap).Kepala Polisi pun hanya diam saja.
“tanggalkan seragammu, jagan ikut campur dan keluar. Ketiga hal itu kuberikan padamu sebagai hadiah.  Senang bisa mengenalmu, “ucap Jung Woo sebelum dia mengajak semua nya pergi dan meninggalkan Kepala Polisi yang terdiam tak bisa berkata-kata lagi.
Jung Woo membawa Soo Yeon ke ruang interogasi, dia menanyakan keadaan Soo Yeon, dengan tersenyum Soo yeon menyuruh Jung Woo tenang, karena ini bukan kali pertamanya dia masuk ruangan itu. Jung Woo memegang pundak Soo Yeon, dan Soo Yeon pun memegang tangan Jung Woo, seperti yang sering dia lakukan pada Harry.
Ketua Tim masuk, dan menyuruh detektif Ahn yang sedang menontoni Jung Woo dan Soo Yeon untuk membawa Yoon Young Jae ke ruang interogasi. Ketuan Tim juga menyuruh Jung Woo pergi dari ruangan. Jung Woo mengerti, namun dia masih berada di dalam saat Yoon dibawa masuk.
Dengan pandangan tajamnya, Yoon melihat ke arah Soo Yeon, dan saat dia melihat tangan Jung Woo yang masih dipundak Soo Yeon, dengan cepat Yoon langsung mengalihkan pandangannya pada Jung Woo, dia terlihat begitu benci pada Jung Woo. (tatapan Yoon seperti Harry, dia seperti duplikatnya Harry).
Akhirnya di ruang interogasi hanya ada ketua Tim, Soo Yeon dan Yoon. Ketua Tim bertanya, kapan mereka pertama kali bertemu. Soo Yeon menjawab kalau dia pernah melihat Yoon saat pesta bisnis yang dibuat oleh Harry, dan seingat Soo Yeon, Yoon datang bersama Han Tae Joon. 
Tapi Yoon meralat, kalau mereka pertama kali bertemu di acara peragaan busana di Macau setahun lalu, “waktu itu, kau memberiku informasi tentang Kang Sang Deuk, itu awalnya kau memberiku petunjuk. Waktu itu, dengan jelas kau katakan bahwa kau adalah Lee Soo Yeon”. Soo Yeon terkejut mendengar pengakuan Yoon, yang sama sekali tidak dia tahu.
Jung Woo yang mengawasi jalannya interogasi, jadi bertanya-tanya kenapa Yoon begitu agresif pada Soo Yeon. Joo langsung mengatakan kalau Yoon adalah Harry kedua, matanya seperti laser ketika melihat Jung Woo dan Soo Yeon, dan Joo menyarankan pada Jung Woo untuk tidak berpegangan tangan dengan Soo Yeon ketika ada  Yoon. 
Itu membuat Jung Woo bertanya-tanya, apa hubungan Yoon dengan Harry? Kakek Choi menjawab kalau hubungan mereka berdua adalah “tuan dan pelayan, dan itu kepatuhan mutlak. Dalam hubungan emosional, dia dan Harry Borrison sejalan”
“apa?” tanya Jung Woo.

“Maksudku, kau sudah mengambil Lee Soo Yeon dari dia juga. Lee Soo Yeon mencampakkannya,“ jelas Kakek Choi. (hmmmm….. untung masih ada Kakek Choi disini.. yang pinter,,, hehehe…)

Beralih ke ruang interogasi, Soo Yeon bertanya pada Yoon, “yang mana yang dibunuh, bagaimana aku memutuskan?”
Yoon menjawab dengan ekspresi menyeramkan, “saat itulah aku menerima informasinya”
“Ketua Tim, saat terakhir kali aku disini, ada rekamannya kan? Waktu itu dengan jelas kukatakan jika aku mau membunuh, aku mengatakan akan membunuh Han Jung Woo duluan, “ Soo Yeon melihat ke arah Jung Woo. “Kau kenal Harry bukan?” tanya  Soo Yeon.
“Di Seoul, aku bertemu dengannya beberapa kali disaat aku sedang bersama Presiden Han Tae Joon, sehubungan dengan investasi” jawab Yoon.
“Kalian tidak berteman?” tanya Soo yeon, dan tentu saja Yoon menjawab tidak. “kupikir juga begitu, seorang teman takkan menyuruh temannya membunuh orang”, mendengar pernyataan Soo Yeon, Yoon mengernyitkan keningnya. “Karena  Harry membenciku, dia menuduhku melakukan pembunuhan, apa yang menyebabkan Harry membencimu hingga, kau berada disini menggantikannya?”
“Bukan seperti itu, “ hanya itu yang keluar dari mulut Yoon.
Jung Woo merasa lega, karena Soo Yeon begitu cerdas dan bisa melakukannya dengan baik, dia pun merasa tidak perlu khawatir pada Soo Yeon. Kakek Choi pun bersuara, “kudengar kau bertemu dengan Harry? Bagaimana dia?”
Jung Woo menjawab, jika Soo Yeon menginginkannya, Harry mau mengakui kejahatannya. Joo nimbrung dan mengatakan, “tolong… tolong katakan padanya untuk menyerahkan diri”
Jung Woo menceritakan kalau ibu Harry sekarang tidak mengenalinya, dan hubungannya dengan Soo Yeon tak berjalan sesuai keinginannya, dan orang yang menjadi kaki tangannya juga berada disini. 
Harry benar-benar kesepian dan dia hampir gila.  Dia di rumah sendirian, mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke lantai, semakin lama semakin keras, dia juga memanggil-manggil Zoe. Karena tidak ada jawaban dari Zoe, Harry berteriak dan menghentak-hentakkan tongkatnya denagn lebih keras.
Tiba-tiba terdengar suara lift, dan Harry memberikan tanda diam (menyuruh lift diam) sama seperti yang dia lakukan saat dia menyuruh perawat Hye Mi diam, saat ada detektif Kim datang ke tempat persembunyian mereka dulu. 
Harry berjalan mendekati lift, di depan lift Harry teringat perkataannya, saat dia meminta Soo Yeon untuk tidak kemana-kemana, saat itu Soo Yeon menjawab, “memangnya aku mau ke mana?”
Harry menjatuhkan tongkatnya, dan menekan tombol buka lift, karena tidak ada siapa-siapa di dalam lift, Harry menutupnya lagi, Harry terus menekan tombol itu semakin lama semakin cepat, sampai-sampai dia memukul-mukulnya.

kenapa kau melakukannya, dengan kedua tangan yang menyelamatkanku… kenapa kau membunuh orang?

Soo yeon memberimu begitu banyak kesempatan… tapi kau setiap kali, karena Han Tae Joon…  ayahku, dan kebencianmu padanya, kau menghilangkan semua kesempatanmu

Perkataan Soo Yeon dan Jung Woo yang terus terngiang-ngiang ditelinga Harry, bahkan dia ingat juga kalau dia juga sudah marah pada Soo Yeon, karena tidak mau kembali padanya.
Beralih pada Kakek Choi yang  berkata pada Jung Woo, “jika dia menjadi sangat kesal, perilakunya bisa menjadi ekstrim, kau harus berhati-hati.”
Jung Woo mengatakan, kalau begitu ada kemungkinan Harry akan melakukan kejahatan lagi. Kakek Choi membenarkan.  Joo menambahi, “seperti kata Ketua Tim, orang-orang yang membunuh secara tidak langsung tidak akan merasa bersalah. Kenapa demikian? Karena mereka tak membunuh secara pribadi.  Jadi, Kang Hyung Joon, ibunya Harry, kau bilang kau sedang menyembunyikannya. Tes DNA dan ungkapkan kalau dia adalah kang Hyung Joon, mari kita tangkap dia sebagai permulaan.”
Jung Woo tidak setuju, karena cara itu tidak akan bisa membersihkan nama Soo Yeon, mereka harus menemukan bukti pembunuhannya. 
Jung Woo pergi menemui Mi Ran dirumah sakit. Awalnya, Jung Woo basa-basi menanyakan keadaan Mi Ran, dia juga mengungkapkan rasa menyesalnya, karena dia sekarang sudah tidak jadi polisi lagi, dan juga karena ayahnya sudah diserang oleh orang. Mi Ran tahu maksud kedatangan Jung Woo, jadi dia meminta Jung Woo keluar dengan alasan dia butuh istirahat. 
“kau selamat dari kematian tapi kau tetap saja membenciku? Kau seharusnya tahu setelah hidup terpisah selama 14 tahun, aku bukanlah sainganmu. Aku takkan menerima uang ayah walau kau memberikannya padaku. Uang yang diperoleh dengan menyakiti orang lain, aku tak menginginkannya karena aku takut, “ucap Jung Woo.
Namun Mi Ran tetap menginginkan Jung Woo pergi. Melihat Mi Ran yang sudah baikan, Jung Woo tidak ingin pergi begitu saja, dia malah mengambil kursi dan duduk di samping Mi Ran dan akan melakukan inerogasi pada Mi Ran. 
“Soo Yeon dituduh atas percobaan pembunuhan, bukannya Harry. Apa seharusnya begitu atau tidak? Tidak ada cara membuat kesepakatan dengan uang dalam situasi ini.  Ayah atau Harry? Orang yang mengancammu? Diluar hubungan ayah dan Harry, aku tahu segalanya. Itu juga akan segera kuketahui, jadi jangan membuang waktu. Apa hubungan mereka?”
Mi Ran menyuruh Jung Woo menanyakan langsung pada ayahnya, “saat ini, fakta kalau aku pernah bertemu ayahmu, sangat disesalkan. Selain pemikiran itu…  sudah tidak ada lagi”
“oleh sebab itu, katakan padaku sebelum kau punya lebih banyak penyesalan. Harry… tidak…. Kang Hyung Joon adalah pembunuh. Dia bisa saja membunuh lagi. Apa kau tak memikirkan Ah Reum? Ah Reum adalah adikku”
Mendengar itu, Mi Ran hanya menghela nafas dan menahan air mata, dia sednag dalam kebingungan.

Di luar ruangan Ah Reum berdiri disana sendirian. Jung Woo akhirnya keluar juga dari ruangan Mi Ran. Dia melihat Ah Reum, dan langsung menghampirinya, “hei, bocah, kenapa kau disini?”

“aku tak mau ibu merasa malu. Kau mungkin tak menyukainya, tapi dia tetap saja ibuku,” ucap Ah Reum lemas. Jung Woo merasa Ah Reum  menganggapnya selalu membenci Mi Ran.  Ah Reum pun langsung menanyakan apakah terjadi sesuatu di rumah? Karena Tae Joon menyuruhnya tutup mulut. “kenapa hal itu terjadi pada ibu? Ibu tak berkata apa-apa pada polisi, bahkan setelah apa yang terjadi padanya. Itu karena uang kan?”
Jung Woo tidak menceritakan yang sebenarnya pada Ah Reum, dia hanya memberitahu Ah Reum kalau dia sudah menemukan Lee Soo Yeon. Ah Reum terkejut, dan Jung Woo mengatakan kalau Ah Reum sudah pernah bertemu dengannya, dia adalah Zoe Lou. 
Jung Woo memegang pundak Ah Reum, “ibumu pasti sangat tak menyukai Soo Yeon,  dia mengatakan kebohongan, dia bilang orang yang membiusnya adalah Soo Yeon.”
“Itu tak masuk akal, bagaimana bisa?” tanya Ah Reum.

“untuk mengetahuinya aku harus menangkap pelakunya. Maka terimalah tanggung jawab untuk membujuk ibumu agar mengubah pernyataannya. Ibumu adalah satu-satunya orang yang tahu siapa pelaku yang sebenarnya. Aku percayakan padamu,” Ah Reum mengerti, dia percaya pada apa yang Jung Woo katakan. 
Ah Reum masih membahas kemiripan Jung Woo, “oppa sebenarnya mirip siapa? Kau sama sekali tak mirip ayah. Aku benar-benar tidak suka ayah. “

“tapi kau tetap saja anaknya. Sejujurnya, aku benar-benar tak suka ayah juga,” ucap Jung Woo pelan, dan itu membuat Ah Reum tertawa.
Beralih pada ayah mereka, Han Tae Joon. Dia mengatakan kalau Lee Soo Yeon sudah hidup kembali, “bukankah sudah jelas kalau kau harus melepaskan seragamu?” ucap Tae Joon pada kepala polisi.

Kepala polisi menemui Han Tae Joon, setelah dia diancam Jung Woo dan kawan-kawan, dia sepertinya ingin meminta perlindungan pada Han Tae Joon, tapi sepertinya Tae Joon tidak bisa membantunya, dan malah membenarkan perktaan Jung Woo, yang menyuruh Kepala Polisi melepas seragamnya.

Kepala polisi protes, kenapa dia yang harus menerima semua tanggung jawab dari kesalahan Tae Joon, bukankah Tae Joon sudah berjanji kalau dia akan mengurus segalanya. Tidak mau disalahkan, Tae Joon menyalahkan Kepala Polisi karena tidak bisa menghendle bawahannya sendiri.  Tae Joon juga membahas anak-anak Kepala Polisi yang belajar dan menikah diluar negeri, “kau akan punya banyak alasan untuk mengeluarkan uang maka jangan sampai kehilangan apa yang telah kau miliki, selesaikan kasus Lee Soo Yeon”.
Kepala Polisi mengatakan kalau dia tidak  bisa turun dari jabatannya begitu saja, Han Tae Joon harus membayarnya karena dia sudah melimpahkan kesalahannya pada nya. Tae Joon mengingatkan kalau mengenai uang, dia akan memberikannya ketika dia membutuhkan bantuan kepala polisi, tapi sekarang dia tidak membutuhkan kepala polisi lagi. Kepala Polisi benar-benar tidak menyukai jawaban itu.
Tepat pada saat itu Harry datang dan langsung membuka pintu, dia terlihat sangat terges-gesa dan emosi. Tae Joon pun menyuruh Kepala Polisi pergi.

Tae Joon berjalan mendekati Harry, dengan tiba-tiba Harry menghunuskan tongkatnya pada Tae Joon. 

Tae Joon bertanya, ada apa dengan Harry, Harry menjawab, “karena kebencianku padamu, mereka bilang aku kehilangan segalanya.”
Dengan santai Tae Joon mengatakan, kalau dia sudah melakukan apa yang diinginkan Harry, dan sudah membuat Lee Soo Yeon ditangkap, jadi apa permasalahnnya lagi? “kenapa? Apa masalahnya adalah Lee Soo Yeon tak melakukan  sesuai keinginanmu?” harry tidak menjawab. Tae Joon berjalan ke kursi dan menyuruh Harry duduk, dia juga mengajak Harry untuk bekerja sama dengan dirinya. Harry menolak.
“jangan melawan Han Jung Woo, tapi bawalah Lee Soo Yeon pergi. Seperti yang kau lakukan 14 tahun lalu,” saran Tae Joon.

Tapi dengan marah Harry mengatakan kalau dia yang akan mengurus semuanya sendiri, “mulai sekarang, kau hanya melakukan apa yang aku perintahkan”
Jung Woo pulang dan dia melihat Ibu Soo Yeon dan Hyun Joo makan bersama. Melihat Hyun Joo, Jung Woo teringat pada kata-kata Soo Yeon yang mengatakan, “kurasa penculikan itu diperintahkan oleh ibunya Harry”.
Jung Woo menghampiri ibu, ibu Soo Yeon pun memperkenalkannya pada Hyun Joo. Mendengar nama Jung Woo, lagi-lagi Hyun Joo berkata, “tidak… tidak… tidak….” dan diapun langsung pergi meninggalkan Ibu dan Jung Woo. 
Ibu pun mengatakan kalau Hyun Joo juga seperti itu saat melihat foto Jung Woo saat masih SMU, dia sepertinya ketakutan.  Tapi ibu tidak mau membahasnya lebih lanjut, dia langsung menanyakan Soo Yeon. Tidak langsung menjawab, Jung Woo langsung memeluk ibu. Ibu bertanya apa ada sesuatu yang sudah terjadi. 
Jung woo menjawab, “untuk saat ini belum ada, jangan terlalu khawatir, Soo Yeon…. dituduh membunuh seseorang.” Ibu terkejut dan ingin melepas pelukan Jung Woo, namun Jung Woo tidak mau melepaskannya, “kubilang dia hanya tersangka. Pelaku sebenarnya sudah diketahui, yang kita perlukan sekarang adalah bukti”
“tidak…. tidak… bagaimana anak malang itu.”
“ayahku dan ibu tiriku terkait dengan apa yang terjadi 14 tahun lalu. Maafkanlah aku, tahanlah sedikit,” ucap Jung Woo yang masih memeluk ibu.
Ibu pun mengerti dan dia juga tidak menyalahkan Jung Woo, karena Jung Woo tidak salah, karena Jung Woo adalah putranya.  
Hyun Joo berada di kamar, dia melihat kotak liontin yang Harry berikan padanya. Jung Woo masuk dan langsung berkata, kalau Hyun Joo tidak akan bisa menjawab apa yang dia tanya, “apa hubunganmu dengan ayahku?”. Jung Woo berjalan mendekat, dan duduk disampingnya. Jung Woo mengambil kotak liontin itu, Hyun Joo pun berkata kalau itu milik Joon. 
“jadi kau ingat,”
“aku salah,” Hyun Joo langsung mengulurkan tangannya dan meminta kotak itu. Jung Woo pun mengembalikannya. 
“putramu sudah banyak menderita, semua karena dirimu,” Hyun Joo hanya menoleh sedikit ke Jung Woo, tanpa berkata apa-apa. Hyun Joo sudah tidak histeris lagi, apa itu pertanda dia akan sembuh? Hmmmm…. entahlah.
Jung Woo kembali ke kantor polisi. Saat akan masuk kantor, dia melihat Harry berada di dalam mobilnya yang diparkir di depan kantor polisi.

Mereka saling menatap dari jauh, Jung Woo berkata “bocah, jangan menunggu dan menyesalinya nanti. Menyerahlah sekarang,” Jung Woo mendapat telepon dari Ketua Tim, dan dia langsung masuk ke dalam. Sedangkan harry hanya melihatnya dri dalam mobil.

Jung Woo meletakkan foto Yoon diantara Harry dan Soo Yeon, dia menunjuk foto Yoon dan Harry, “beberapa hal bisa diselesaikan bila kita bisa mencari tahu apa hubungan mereka.” Ucap Jung Woo mengetuai pertemuan untuk membahas masalah Harry.
Kakek Choi bertanya, apa Jung Woo sudah meyakinkan Mi Ran. Jung Woo mengatakan kalau dia sudah mengirim mata-mata pada Mi Ran, yaitu adiknya sendiri.  Detektif Ahn datang membawa hasil DNA yang ditemukan dikaleng mobil detektif Kim, dan hasilnya mengatakan kalau DNA Harry sama dengan DNA Kang Hyung Joon. 
Jung Woo mengatakan kalau dia akan mengurusnya, walau merka tidak bisa menahan Harry dengan tuduhan kecurigaan sudah membunuh Detektif Kim, karena Harry bisa saja mengatakan kalau Michelle Kim yang meletakkannya disana, “bagaimanapun, Kang Hyung Joon ada di tempat 14 tahun yang lalu dan sudah terungkap kalau Harry adalah Kang Hyung Joon. Kupikir dia punya motif untuk membunuh. Soo Yeon bilang, hari itu seseorang datang mencari mereka di tempat persembunyian mereka dan tiba-tiba mereka haruus pergi lagi. Kang Hyung Joon tahu, detektif Kim sedang mengejarnya dan dia pikir Detektif Kim mau membawa Soo Yeon pergi. Dia tidak mau Soo Yeon dibawa pergi.”
“jika Kang Hyung Joon membunuh opsir polisi di umur 12 tahun, maka ada kemungkinan dia melakukan kejahatan di Perancis. Berdasarkan situasi ini, sejak muda dia melakukan pembunuhan, semakin sedikit perasaan bersalahnya. Kemungkinan melakukan tindakan kriminal yang sama  juga tinggi, “analisis Kakek Choi.
Jung Woo pun berencana mengirim hasil DNA Kang Hyung Joon ke kepolisian Perancis dan meminta kerja sama mereka, untuk mengetahui apakah ada kasus yang belum terselesaikan disana. Ketua tim memberitahu kalau Harry Borrison pernah mengatakan kalau orang tuanya meninggal dalam kecelakaan, jadi dia meminta Jung Woo untuk meminta catatan kecelakaan itu pada kepolisian Perancis. 
Tepat pada saat itu ibu datang membawakan makanan untuk Jung Woo dan yang lain. 
Ibu mengajak Jung Woo bicara diluar, ibu mengatakan kalau dia ingin membawa Soo Yeon pulang, karena dia tidak akan bisa tidur tenang, saat mengetahui Soo Yeon berada di penjara. Jung Woo mengatakan kalau itu akan berbahaya, “kekasihku, kau bahkan memberitahuku kalau kau melihatnya berkeliaran mengikutimu di pasar.” Ibu langsung mengatakan kalau Jung Woo jangan mengkhawatirkan soal itu, karena dia akan memegang Soo Yeon dengan erat disampingnya.

“tapi akan lebih baik dia muncul, berani-beraninya dia meletakkan semua kesalahan pada anakku. Aku ini wanita yang pernah hidup bersama ayahnya Soo Yeon. Aku sama sekali tidak takut. Kau juga tahu, “ Jung Woo tidak mengatakan apa-apa. “apa yang pernah kulakukan sebagai ibu bagi Soo Yeon? Aku hanya membuatnya menjadi putri seorang pembunuh. Bahkan di hari dia meninggalkan rumah, akulah ibu yang menyuruhnya untuk tidak pulang ke rumah. Jadi tolong biarkan aku, setidaknya bertindak sebagai ibu kali ini. Jung Woo, gunakan pengaruhmu.”
Jung Woo tidak bisa menjawabnya, tapi Ketua Tim yang menjawabnya, “biarkan dia pulang ke rumah. Beking kelinci gila itu aku. Aku setuju jadi, selesaikan interrogatory (daftar pertanyaan) dan biarkan dia pulang ke rumah hari ini. Kesadaran korban masih labil. Karena itu, kenapa aku mengirimnya pulang ke rumah. Pakai mobil polisi. Aku akan menempatkan beberapa petugas 24 jam, tolong bersabar meskipun merasa tidak nyaman, “

Tentu saja Ibu tidak merasa tidak nyaman, dia bahkan sangat berterima kasih pada Ketua Tim. Jung Woo pun mengatakan kalau dia akan menyerahkan Soo Yeon pada ibu dan dia sendiri akan melanjutkan pekerjaannya, ibu mengerti.
Ibu mengatakan kenapa orang itu sudah memberikan kesulitan pada putranya, diperlakukan seperti itu oleh ibu malah membuat Jung Woo bertingkah manja dan memeluk ibu di depan Ketua Tim, “kekasihku, aku capek,”
Ketua tim pun langsung menepuk Jung Woo, dan menyuruhnya masuk. 
Soo Yeon senang, ibunya datang dan ingin membawanya pulang. Mencoba bersikap tegar di depan anaknya, ibu meminta maaf pada Soo Yeon atas semua yang terjadi padanya, “ketika kau sekolah, kau bersabar dengan apa yang kau alami disana. Waktu itu hidup begituu sulit bagiku, aku tak menyukai apapun dan membiarkan putriku sendirian, “ ucap ibu.
Soo Yeon mengatakan kalau dia tiidak membenci ibunya, dia juga sudah melupakan semuanya. Yang dia ingat hanya saat dia masih kecil, dia terus menerus pindah untuk menghindari ayahnya, dan ibunya selalu membawanya kemanapun. Soo Yeonpun bertanya kenapa ibu tidak memberitahu tetang ayahnya dari awal.
Ibu menjawab kalau dia melakukan itu karena dia ingin bertahan hidup, mau dicap pembunuh atau bukan, ayah Soo Yeon tetap sudah mati. 
“jika kasus ini selesai, aku akan mulai menikahkan ibuku,” ucap Soo Yeon yang membuat ibu terkejut. “setelah menemukan pria seperti detektif Kim”.
Ibu jadi salah tingkah dan berkata, dimana dia bisa menemukan pria seperti detektif Kim lagi. Soo Yeon tidak menjawab, dia hanya mengatakan kalau dia lapar dan mengajak ibunya pulang, dia ingin ibu memasakan makanan untuknya.

Ibu mengiyakan, dan saat mereka beranjak untuk pulang, Jung Woo masuk dengan membawakan makan untuk Soo Yeon.

Setelah meletakkan apa yang dia bawa, Jung Woo tiba-tiba langsung mencium bibir Soo Yeon, melihat itu Ibu Soo Yeon jadi malu sendiri dan memalingkan wajahnya. Tanpa rasa malu pada ibu Soo Yeon, sambil  menyebut, “ddukbokki, sundae, sprite, “ Jung Woo mecium Soo Yeon. Terakhir Jung Woo mengatakan kalau dia sudah membelikan semuanya untuk Soo Yeon. 
Soo Yeon menegur Jung Woo kalau dia malu ada ibu. Tapi Jung Woo tidak merasa malu sedikitpun, dia malah melihat ke arah ibu dengan ekspresi nakal, “kau cemburu kan?”. Ibu tidak menjawab, tiba-tiba Jung Woo memegang wajah ibu juga dan langsung mencium pipi ibu. 
Setelah itu,  Ibu langsung mengelap pipinya, namun tiba-tiba dia berkata, “kenapa kau hanya menciumku sekali?” Jung Woo beralasan kalau dia perlu menghemat bibirnya. LOL
Jung Woo lalu mengeluarkan apa saja yang dia belikan untuk Soo Yeon, dia menyuruh Soo Yeon makan dulu sebelum dia pulang. Tak ingin mengganggu waktu berdua Jung Woo dan Soo Yeon, ibu memilih keluar dengan alasan dia ingin pergi kekamar mandi.
Setelah keluar, Joo datang untuk mencari Jung Woo, tapi ibu menghalanginya, ibu tidak mengizinkan Joo masuk ke ruang interogasi, dan menyuruhnya untuk pergi. Saat ditanya kenapa, ibu hanya menyuruh Joo diam. Joo jadi penasaran dan langsung mengajak ibu ke ruang sebelahnya, dimana mereka bisa melihat apa yang dilakukan Jung Woo dan Soo Yeon.
Menyadari itu, ibu langsung mengajak Joo pergi, karena mereka tidak boleh melihat Soo Yeon dan Jung Wooo diam-diam seperti itu. Ibu terus menunduk, sampai Joo mengatakan kalau mereka berciuman, ibu langsung menoleh untuk memastikannya. 
Tapi Joo berbohong, Jung Woo dan Soo yeon tidak berciuman, mereka duduk di kursi yang bersebrangan, Jung Woo hanya sedang melakukan gerakan swaaaa pada Soo Yeon.
Ibu pun duduk, untuk melihat apa yang dilakukan Jung Woo dan Soo Yeon, melihat gerakan swaa itu, ibu langsung bertanya pada Joo, apa itu adalah cara berkencan anak muda sekarang? 
Joo mengatakan tidak tahu, dia merasa iri pada Jung Woo, karena dia juga ingin bertemu dengan cinta pertamanya. Mendengar itu, ibu langsung bertanya, apa pacar Joo juga kabur? 
“jika begitu, aku pasti akan menangkapnya untuk kembali padaku. Dia sudah menikah. Selamat tinggal…” ucap Joo, tepat setelah berkata itu, alarm ponsel Joo berbunyi, yang menandakan kalau sudah waktunya Joo untuk minum gingseng merahnya. Joo mengeluh sendiri dengan keharusannya meminum gingseng itu.
“ciuman” Ibu dan Joo langsung melihat ke Jung Woo dan Soo Yeon, saat mendengat Jung Woo mengatakan itu. “nona Lee Soo Yeon, apa ini?,”tanya Jung Woo sambil menunjukkan diary milik Soo Yeon. “salju pertama + ciuman = cinta pertama…. cinta pertama + ciuman = Han Jung Woo. Salju pertama. Ciuman. Han Jung Woo. Swaa… kenangan indah”.

Jung Woo terus menyebut apa yang Soo Yeon tulis di dalam buku hariannya, Soo Yeon berusaha merebutnya, namun dengan cepat Jung Woo mengelak.

Jung Woo melanjutkan menggoda Soo Yeon, “sejak kapan kau mau ciumanku? Jika kau tak mau memberitahuku, kau tak boleh pulang!”. Jung Woo sedang bermain interogasi cinta, dengan tuduhan Soo Yeon menginginkan ciuman darinya. 
Soo Yeon dengan cepat merebut diary nya dan mengatakan kalau dia hanya menulisnya. Jung Woo mengetuk meja, dan berkata, “bukannya kau memberiku  payungmu dari awal dengan tujuan ciuman? Sejak kapan kau merencanakannya? Teman bermain? Lampu jalan?” Jung Woo berusaha mengambil diary dari tangan Soo Yeon. “apa kau tak mau memberiku bukti!” teriak Jung Woo.
“Tidak, jangan lihat!” pinta Soo Yeon, namun Jung Woo tetap ingin melihatnya lagi. Semua itu membuat ibu yang melihatnya tertawa.
“takkan ada alasan bagi Soo Yeon untuk bersedih di samping Jung Woo. Masih bisa tertawa di situasi seperti ini, “ucap ibu lega sambil melihat tingkah Soo Yeon dan Jung Woo. 

Bagikan ke teman: