Sinopsis I Miss You Episode 17 ( Bagian 1 )

 I Miss You, Sinopsis
I Miss You episode 17, benar-benar membuatku geregetan dan takut. Pada episode ini Soo Yeon kembali kerumahnya, dan Eun Joo yang walaupun bersikap sinis padanya, ternyata menerima kepulangan Soo Yeon juga. Selain itu Hyung Joon mengakui kejahatannya pada Soo Yeon, tapi dasar Soo Yeon dia tidak mau percaya, dia terus menganggap Hyung Joon bohong, dan merasa kalau Hyung Joon adalah orang yang dia kenal, sehingga dia tidak menceritakan semuanya pada JUng Woo. Di sinopsis bagian 2 ini, kita hanya akan melihat kebahagiaan JUng Woo dan Soo Yeon yang sebentar, karena setelah itu kita akan diberikan scene-scene yang menegangkan.

I Miss You episode 17 sudah ditayangkan pada tanggal 3 januari 2013, dan mendapat rating nationwide 12.2 (15th) dan di Seol sendiri mendapat 15.0 (7th), data ini diperoleh dari TNmS Media Korea, sedangkan data yang didapat dari AGB Nielsen, yaitu rating nationwide  10.4 (17th) dan di Seol sendiri mendapat rating 12.2 (12th).
Sinopsis I Miss You Episode 17 ( Bagian 1 ) !!!
Didalam kantung kalang itu, Jung Woo juga menemukan foto perawat Hye Mi. Dia teringat kalau Perawat Hye Mi adalah orang yang sama, dengan orang yang bernama Michele Kim, dimana dialah orang yang menangani kasus kematiannya, yang sampai sekarang belum terpecahkan. Jung Woo baru tahu kalau Perawat Hye Mi lah yang membawa Soo Yeon. 
Jung Woo terus memperhatikan foto itu, dan dia menyadari kalau ternyata didalam kantung itu ada dua foto, Jung Woo pun membukanya, dan ternyata foto satunya adalah foto anak kecil yang dia kenal, karena dia pernah menolong anak itu saat kontrakannya kebakaran. Jung Woo juga tau kalau anak yang dia tolong itu terluka parah pada kakinya, bahkan dokter mengakatakn kalau kaki anak itu perlu di amputasi. Jung Woo pun sadar kalau Harri Borison adalah anak yang dulu dia tolong, karena kaki Harry memang terluka. Dia tidak bisa berjalan tanpa tongkatnya. 

Hyung Joon menghentikan mobilnya tiba-tiba. Dia terus berteriak meluapkan amarahnya atas apa yang baru saja terjadi. Soo Yeon terkejut melihat sikap Hyung Joon yang seperti itu, Soo Yeon terus memanggil namanya, “Harry…”. Soo yeon berusaha menenangkannya.

Namun Tiba-tiba Hyung berteriak dan mengatakan, “aku Joon! Aku Joon… Kang Hyung Joon…”

Jung Woo keluar dari tempat kakek Choi, dan langsung menghubungi Joo dan memintanya untuk mencarikannya sebuah mobil.
Beralih pada Soo Yeon dan Hyung Joon lagi, kali ini Soo yeon memanggiln ya Hyung Joon, dan mengajaknya pulang. Hyung Joon langsung menolah pada Soo Yeon, dan bertanya, “kau melihat ibuku kan? Dia tidak mengenaliku… Han Tae Joon… Pelakunya Han Tae Joon.. kau pikir apa yang akan aku lakukan?”
Soo Yeon tidak menjawab, dia hanya mengajak Hyung Joon pulang, dan bicaralah dengannya. Hyung Joon pun bertanya apakah Soo yeon sudah mengetahuinya? Soo Yeon pun membenarkan kalau dia sudah tahu semuanya, “orang  yang membuat kaki mu seperti ini, orang yang membuat ibumu seperti itu, orang yang kau bilang sudah mati… itu adalah Han Tae Joon.”
Hyung Joon: “Soo Yeon-na”
Soo Yeon: “Kang Hyung Joon, kau juga tahu itu. Itu sebabnya kau menemui ibumu kan?
Hyung Joon: “tidak… aku tidak tahu..”
Soo Yeon: “tidak… kau tahu…”
Karena Soo yeon terus memaksan mengatakan kalau Hyung Joon tahu semuanya, membuat Hyung Joon berteriak memanggil nama Soo yeon, “bagaimana bisa kau melakukan ini padaku?”
Tak mau kalah Soo Yeon pun berteriak,”apa yang kau inginkan sekarang?”
Hyung Joon: “kau begitu takut aku akan membunuh Han Jung Woo?”
Orang yang disebut-sebut datang dan berhenti tepat didepan mobil Hyung Joon. Jung keluar dari mobil dan menghampiri mobil Hyung Joon, dia langsung membukan pintu mobil Hyung Joon dan bertanya, apa yang sedang mereka lakukan?
Dengan marah Hyung Joon menyuruh Jung Woo menutup pintu mobilnya. Dengan santai Jung Woo berkata, sikapnya belum berubah, “sama seperti 14 tahun yang lalu”

Mendengar itu, kontan membuat Hyung Joon dan Soo Yeon terkejut. Dan melihat ke arahnya…
Jung Woo pun berkata, “lama tak bertemu, nak…”

Soo Yeon dan Hyung Joon terkejut karena Jung Woo sudah mengenali siapa Hyung Joon. Jung Woo menyindir mereka berdua karena sudah berhasil membohonginya. Ia pun menyuruh Soo yeon untuk ikut dengan mobilnya dan Hyung Joon dimintanya untuk mengikuti mereka.

Dengan tersenyum, Hyung Joon berkata, “han Jung Woo… kau akhirnya tahu. kenapa kau lama sekali? ku pikir kau cepat.”

Jung Woo menjawab dengan serius, untuk tidak bermain-main dengannya lagi… “anak kecil..”

Soo Yeon langsung keluar mobil, untuk bicara dengan Jung Woo, sedangkan Hyung Joon masih menunggu didalam mobilnya. Soo Yeon meminta maaf pada Jung Woo karena sudah membohonginya. Jung Woo mengerti pasti ada alasan yang tepat kenapa mereka berdua memalsukan identitas mereka.

Jung Woo lalu meminta Soo Yeon mengatakan alasan tersebut, karena dingin dia mengajak Soo Yeon masuk mobilnya, namun Soo Yeon menolaknya.

Melihat emosi Jung Woo, Soo Yeon mengatakan kalau mereka hanya akan bertengkar jika mereka membahas masalah itu sekarang. Soo Yeon berjanji, nanti… dia akan menceritakan semuanya pada JUng Woo. Jung Woo pun mau mengerti, tapi dia masih sangat marah, Jung Woo pun bertanya pada Soo Yeon siapa nama asli Harry. 
Jung Woo membiarkan Soo Yeon bersama Hyung Joon,sedangkan dia sendiri berada di dalam mobilnya dan menelpon Joo, dia memberitahu Joo kalau nama asli Harry Borrison adalah Kang Hyung Joon, dia ingin Joo menyelidiki tentang apapun yang berhubungan dengan Harry Borrison yang pernah di adopsi di Perancis. 
Joo sibuk mencatat apa permintaan Jung Woo, dia mengeluh karena Jung Woo dalam sehari meemberinya banyak pekerjaan. Joo sudah mendapatkan nama lengkap asisten Yoon, nama lengkapnya adalah Yoon Young Jee. 
Walaupun mendengar keluhan Joo, Jung Woo tetap meminta Joo untuk menyelidiki Harry, karena walaupun sudah melihat dokumen Harry yang ada ditangan ayahnya yang didapat dari asisten Yoon, Jung Woo merasa kalau dokumen itu palsu. Jung Woo meminta Joo untuk menyelidiki, tempat adopsi, hari ulang tahunya dan lain-lain. Joo pun menurutinya dan akan memeberi tahu Jung Woo apa yang dia dapat.
Beralih pada SOo Yeon dan Hyung Joon. Hyung Joon bertanya apakah Jung Woo sudah tahu semuanya. Soo yeon tidak menjawabnya, ia berusaha menenangkan Hyung Joon dan mengajaknya pulang. 
Soo Yeon juga menyarankan pada Hyung Joon untuk membawa pulang ibunya, tapi Hyung Joon menolak, karena tidak ada gunanya membawa ibunya pulang kalau dia tidak mengenali dirinya. Soo Yeon menyarankan kalau Jung Woo bisa membantu mereka. 
Mendengar nama Jung Woo, jelas saja Hyung Joon tidak percaya, karena Jung Woo adalah anak tae Joon. Soo Yeon lalu menjelaskan kalau Jung Woo pulang ke rumah adalah untuk memcahkan kasus 14 tahun yang lalu, “katakan pada jung Woo apa yang dilakukan Han TAe Joon pada ibumu dulu. agar Han Tae Joon bisa dihukum atas kejahayannya. 
“Dihukum? apa hukuman karena sudah membuat ibuku gila? berapa harga karena sudah membuat kakiku seperti ini? hanya karena kau telah memafkan Han Jung Woo, jangan harapkan hal yang sama dariku. bahkan jika aku mati, aku takkan pernah memaafkannya”, ucap Hyung Joon yang mulai emosi lagi.
Soo Yeon mencoba mengerti perasaan Hyung Joon, dia juga mengatakan kalau Jung Woo juga adalah korban, “kenapa kau menyalahkan Jung Woo sementara dia tak bersalah?”
“Bagaimana bisa dia tak bersalah? dia merebutmu dariku”, jawab Hyung Joon. “bagiku, kau adalah segalanya di dunia ini. kau dulu mengatakan itu kan? aku cukup bagimu, bukankah seprti itu? kau satu-satunya yang kubutuhkan…. kau mengatakan itu!”
Soo Yeon hampir tak percaya pada apa yang dia dengar, ternyata Hyung Joon ingat semua yang terjadi saat mereka belum meninggalkan Korea, karena sebelumnya, Hyung Joon selalu mengaku kalau dia tidak bisa mengingatnya. Soo Yeon percaya saat Hyung Joon mengatakan kalau dia tidak ingat semuanya, karena pada saat itu Hyung Joon juga sedang sakit. Namun ternyata semua itu bohong.
“Aku mengatakan itu karena itu yang terbaik untukmu.” jawab Hyung Joon.
“Untukku? kau tahu kalau ibuku mencariku… bahkan Jung Woo juga mencariku… tapi kau tidak mengatakan apapun. itu semua demi aku?”ucap Soo Yeon yang mulai terbawa emosi.
“Aku melakukannya untuk melindungimu…” tandas Hyung Joon.
Jung Woo keluar dari mobilnya, dan memperhatikan Soo Yeon dan Hyung Joon yang masih di dalam mobil. 
“Han TAe Joon.. masih mencarimu. Jika kau, orang yang harusnya mati, ternyata masih hidup, maka… kejahatannya akan terungkap… dia akan membunuhmu jika menemukanmu!” 
“Lalu kenapa kau membawaku pada Han TAe Joon? apa itu juga demi diriku? ” tanya SOo Yeon yang tak kalah emosi.
“Lee Soo Yeon”
“Semua yang kau katakan bohong, aku tak bisa mendengarkanmu lagi”, ucap Soo Yeon dan berniat keluar dari mobil Hyung Joon. 
Tapi Hyung Joon mencegahnya dengan menangkap tangan Soo yeon dan mengancam Soo Yeon, “kau ingin melihatku kehilangan akal?”
Soo yeon pun berteriak dan mengatakan kalau Hyung Joon sudah tidak waras, “Lepaskan aku!” Soo Yeon terus meminta Hyung Joon melepaskannya.
Melihat Soo Yeon yang terus memberontak, Jung Woo langsung menghampirinya, dia menggedor-gedor jendela mobil disisi SOo Yeon, dann terus memanggil Soo Yeon untuk membuka pintu mobil.
Di dalam mobil Soo Yeon memberontak ingin keluar, sehingga Hyung Joon dengan marah mengatakan kalau Kang Sang Deuk, dialah yang membunuhnya. Jelas SOo Yeon terkejut dengan pengakuan Hyung Joon. 
“Itu yang kau inginkan kan? kau mengatakan mereka lebih baik mati” ucap Hyung Joon.
Soo Yeon tak percaya pada apa yang Hyung Joon katakan, “kau bohong..”
“Jika itu sesuatu yang kau inginkan… aku bisa melakukannya… itulah yang kau rindukan… Lee Soo Yeon,, apapun yang kau inginkan… aku tak menyesal” ucap Hyung Joon meyakinkan.
“Tak mungkin… tak mungkin… Joon… katakan itu tak benar..” Soo Yeon masih tak percaya pada apa yang diakui Hyung Joon.
jung Woo yang berada di luar masih sibuk berteriak meminta SOo Yeon membukakan pintu, diapun langsung berlari kepintu milik Hyung Joon dan terus berteriak untuk dibukakan pintu. 
Di dalam mobil, Hyung Joon menyuruh Soo Yeon untuk pergi, “pergi dan suruh mereka menangkapku. lagipula aku sudah mati tanpamu”
Hyung Joon membuka pintu mobilnya, dan Jung Woo langsung mencengkram kerah Hyung Joon dan menyuruhnya keluar. 
“Kau berbohong, apa yang kau katakan… aku tak percaya semua itu… ” Soo yeon beralih pada Jung Woo, “Jung Woo… aku ingin pulang”.
Hyung Joon hanya diam, dan Jung Woo tak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan. Soo Yeon langsung keluar mobil dan berjalan menuju mobil Jung Woo, tapi karena saking shocknya, Soo Yeon tak kuat berjalan, diapun roboh. Untung Jung Woo menangkapnya.
Di dalam mobil, Hyung Joon teringat saat mereka berada di tempat persembunyian 14 tahun yang lalu, dimana Hyung Joon meminta Soo Yeon jangan pergi, “jika kau juga pergi, aku tak punya siapa-siapa.”
Soo Yeon pun berkata, “apakah yang kau butuhkan hanya satu orang saja?” Hyung Joon menganguk.
Karena terlalu shock Soo Yeon begitu jadi sangat lemah, Hyung Joon yang masih di dalam mobilnya, langsung menghidupkan mobilnya dan langsung pergi.
Tiba-tiba Soo Yeon pingsan dan Jung Woo terus memanggil-manggil namanya, sambil memeluk Soo Yeon, Jung Woo  berkata, “tunggu saja, aku akan mencari tahu semuanya. jangan kawartir… Soo Yeon”
Di rumah Ibu Soo Yeon menyiapkan makanan, dan memanggil Eun Joo untuk makan, tapi Eun Joo mengatakan kalau dia sedang tidak ingin makan. 
“Kau harus makan,” perintah ibu.
Ibu langsung memakan nasi dengan penuh di sendoknya, melihat itu Eun Joo menghentikannya, karena ibu akan terkena gangguan pencernaan jika makan dengan cara seperti itu. Ibu pun mengatakan kalau mereka harus kenyang, supaya bisa tidur nyenyak dimalam hari. 
Tapi tiba-tiba ibu meletakkan sendoknya, “sekarang… setelah aku melihatnya… siapa aku berbicara hal seperti itu,” Dia bertanya pada Eun Joo, “bagaimana bisa hal seperti ini terjadi dalam kehidupan? saat aku memikirkanmu, JUng Woo dan Soo Yeon… benar-benar tidak bisa dipercaya..”
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, dan Eun Joo langsung menoleh dan menyebut nama Han Jung Woo.  Mendengat itu, ibu juga menoleh, betapa terkejutnya dia, Jung Woo datang membawa Soo YEon. Ibu Langsung beranjak dan menghampiri Soo Yeon.
Jung Woo mengatakan kalau mereka habis dari rumah sakit, Soo YEon sedang sakit. 
Mendengar kalau anaknya sakit, Ibu langsung panik dan bertanya Soo YEon merasa sakit dimana? dan dia juga bertanya pada Jung Woo, “kau..kau tidak apa-apa kan?”
Tidak menjawab pertanyaan ibunya, Soo YEon langsung memanggil Eun Joo. Eun Joo langsung menoleh dan dengan sinis bertanya, “siapa kau? jika kau ingin menyangkal, kau harusnya tetap pada pendirianmu. ada apa denganmu?” 
Soo YEon hanya bisa meminta maaf dan mengatakan kalau dia benar-benar ingin pulang, “aku ingin menangkap orang yang membunuh Ahjusshi sebelum pulang”
Mereka terdiam sesaat, “hei, pelaku yang bahkan tak bisa ditangkap Kelinsi Gila… bagaimana bisa kau menangkapnya? Masuklah dan hangatkan dirimu. Bahkan saat kau kecil, kau juga lemah”
Soo Yeon: “Eun Joo…”
Eun Joo: “aku tak peduli… tapi ayahku di surga akan merasa tenang karena kau sudah kembali”. Jung Woo tersenyum, akhirnya EUn Joo mau menerima Soo Yeon kembali, Eun Joo melihatnya dan berkata “kau jangan tertawa!”
Jung Woo: “baiklah…”
Eun Joo bernajak dari duduknya, dan meminta ibu mengatur ulang meja makannya, dan memanggang ikan hairtail keran kekasih ibu juga datang. Tapi ibu mengelak dan mengatakan kalau mereka tidak punya ikan.
Eun Joo tahu kalau ibu sudah menyembunyikannya di lemari es, “kau juga ikutan gila, panggil aku saat meja sudah diatur ulang”
Eun Joo pun akan masuk ke kamarnya, tapi Soo YEon memanggilnya, “terima kasih sudah menerimaku..”
Eun Joo berbalik dan menyuruh Soo YEon melupakannya, dia juga bertanya apakah Soo YEon bisa minum?
Soo YEon menjawab ya, “soju, saat aku minum sendiri saat aku sedih…  rasanya sangat manis”. Eun Joo pun bisa menebak kalau SOo YEon bisa minum dan dia menyuruh Soo Yeon untuk masuk .
Eun Joo masuk kekamar dan ibu langsung memapah Soo Yeon masuk ke dalam rumah, Soo Yeon bertanya padanya ibunya, kenapa ibu tidak berntanya alasan dia pulang? Dengan menahan air mata, ibu berkata “selama kau disini apa gunanya bertanya? aku tak butuh semua itu”
Ibu terduduk lemas dan Soo Yeon langsung memeluknya. Jung Woo hanya diam dan merasa lega melihat pertemuan yang mengharukan itu.
Eun Joo masih berdiri di balik pintu untuk mendengarkan pembicaraan mereka, dia juga menangis terharu menerima kepulangan Soo YEon.
Eun Joo memandangi foto keluarganya, dan memanggil ayahnya… “hei, detektif Kim! ayah…”
Ibu menemui Jung Woo setelah keluar dari kamar Soo Yeon (itu kamar Jung Woo sebelumnya), dan bertanya apakah Jung Woo akan menginap malam ini. Tapi Jung Woo mengatakn tidak, karena dia baru pulang ke rumahnya hari ini, dan dia akan pulang setelah melihat Soo Yeon.
Saat akan masuk ke kamar, ibu memanggil Jung WOo, “aku benar-benar merindukanmu hari ini” Jung Woo mengerti dan langsung memeluk ibu. begitulah cara mereka melepas rindu.
Jung Woo: “aku memikirkan kekasihku. bersiaplah… aku sudah mendapatkan gadis lain. dia lebih muda dan jauh lebih cantik”
Ibu tersenyum dengan perkataan Jung Woo, dia diapun menyuruh Jung Woo untuk menjaga dirinya dan tidak perlu khawatir dengan keadaan di rumah ini.
Jung Woo melepas pelukan dan bertanya, “kau mengatakan aku bukan siapa-siapa karena Soo Yeon sudah kembali?”
Ibu menjawab kalau dia masih paling suka dengan Jung Woo. Masih dengan gaya bercandanya, Jung Woo memuji usaha ibu yang tidak mau disaingi oleh gadis lain. ia pun memeluknya lagi.
Soo YEon keluar dari kamar dan melihat ibunya dan Jung Woo berpelukan. 
Jung Woo melepas pelukannya dari ibu, dan berkata, “kau tertangkap..” Soo Yeon hanya tersenyum meihat ulah Jung Woo.
Jung Woo pun langsung memeluk keduanya, “akirnya Han Jung Woo… sekarang punya dua orang kekasih” Jung Woo tertawa bahagia.
(sayang sekali kebahagiaan ini hanya sesaat… karena scene berikutnya, akan sangat menyedihkan…)
Kontras sekali dengan Jung WOo yang sangat bahagia, Hyung Joon dirumahnya mengamuk. Dia bahkan menghancurkan fotonya dan Soo Yeon yang dia pajang dikamarnya. Di balik foto itu terdapat tombol yang mengarah pada kamar rahasianya.
Hyung Joon masuk ke kamar rahasianya dan menghancurkan lemari estalase yang dia gunakan untuk menaruh barang[barang dari ibunya, bahkan saking marahnya dia juga membanting lukisan ibunya. 
Hyung Joon menyalahkan ibunya, karena menghancurkan semuanya, “Kang Sang Deuk… dia (Soo Yeon)  bahkan pergi setelah kuberutahu aku yang membunuh Sang Deuk demi dirinya. Zoe pergi, bagaimana bisa dia melakukan itu padaku?” Hyung Joon benar-benar marah.
Asisten Yoon berada disana dan untuk menenangkan Hyung Joon, dia berjanji akan membawa kembali Soo Yeon. Namun Hyung Joon tahu kalau Soo Yeon tidak akan kembali lagi padanya setelah semua yang terjadi. Dengan penuh emosi, Hyung Joon juga menyuruh asisten Yoon untuk pergi.
Namun Yoon menolak, karena kalau diapergi, dia juga akan sendiri. Karena itu dia masih ingin tetap diisamping Hyung Joon. 
Hyung Joon benar-benar merasa terpuruk dan hancur. dia terus menangis dan menyebut nama…. “Zoe”
Di rumahnya, Soo Yeon masih ditemani Jung Woo. Soo Yeon pun bertanya, “kapan waktu tentang Harry akan berlalu? aku merasa tumbuh sedikit demi sedikit dari usia 15 tahun”.
Soo Yeon masih belum tertidur, karena itu Jung Woo langsung membenarkan selimut Soo Yeon, dia ingin menunggu Soo Yeon tidur terlebih dulu, baru dia akan pergi.
Soo yeon melanjutkan kata-katanya, “kau pasti sangat terkejut saat tahu Harry adalah anak kecil itu?” 
Jung Woo membenarkan, tapi dia yakin ada alasan dibalik semua itu, “Sejujurnya, saat kita berusia 15 tahun, kau sangat perhatian padanya sampai… aku merasa terganggu, Kau tahu itu?” 
Jung Woo pun ikut baring disamping Soo Yeon, dan meminta Soo yeon untuk menceritakan padanya apa yang terjadi. Soo Yeon mengaku kalau dia tidak ingat semuanya, “saat melarikan diri dari gudang itu…. kupikir aku akan ditabrak mobil, tiba-tiba saat aku terbangun, Joon sudah ada disebelahku, aku merasa tenang ketika melihat wajah yang ku kenal”
“wanita jahat itu dan joon bertengkar dengan wanita itu, hanya itu saja. aku tidak ingat semuanya.” Masih banyak yang tak SOo Yeon ceritakan pada Jung Woo, saat dia dimarahi oleh perawat Hye Mi karena menghubungi Jung Woo, dan saat dia samar-samar melihat detektif Kim di tebing itu. Ada apa dengan Soo Yeon? kenapa dia masih menyembunyikannya pada Jung WOo?
SOo Yeon lalu mengalihkan pembicaraan, kalau pertama kali dia pergi ke Perancis, dia tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun disana, “hanya anak berusia 12 dan 15 tahun. kami hanya bisabergantung satu sama lain. Harry ingin jadi orang dewasa dengan cepat. aku khawatir Harry mungkin akan… meninggalkanku. Sedangkan bibi yang hidup bersama kami menakutkan. saat Harry tak ada, dia benar-benar tak menyukaiku.”
Jung Woo dengan seksama mendengarkan cerita SOo Yeon, dan dia menyalahkan dirinya sendiri, karena dialah Soo Yeon jadi hidup susah. 
Soo Yeon dengan cepat membenarkan, kalau semua itu bukanlah salah Jung Woo, dan bukan salah siapapun, “karena itulah satu-satunya yang bisa kita bertiga lakukan. karena kita masih muda”
“Lagi.. bahkan jika aku mati, aku takkan melarikan diri meninggalkamu” janji Jung WOo. Soo Yeon meminta Jung Woo mengulanginya lagi, “aku takkan pernah melarikan diri meninggalkanmu. aku juga takkan mati sendirian”
“Kemanapun aku pergi atau apapun yang kulakukan… aku percaya kau akan menemukanku” ucap SOo Yeon.
Ucapan Soo yeon membuat Jung Woo terkejut, dan bertanya Soo Yeon akan pergi kemana? Soo Yeon menjelaskan kalau dia percaya Jung Woo akan menemukannya dirinya, dimanapun dia berada. Jung Woo masih terdiam, Soo Yeon pun mengubah topik pembicaraan kalau dia merasa senang berada di rumah, dan itu akan membuatnya terjaga sepanjang malam. Soo Yeon pun menyebutkan perkalian yang diapelajari dari Jung Woo dulu. 
Jung Woo meraih tangan Soo Yeon dan menggenggamnya, mereka saling menyebutkan perkalian bersama-sama. 
Hyung Joon tidur di kamar SOo Yeon. Dia membayangkan waktu dia berdua dengan Soo Yoen tidur bersama dan mereka saling berpegangan tangan. Hyung Joon membuka matanya dan meraba bantal Soo Yeon.
Kembali pada Soo Yeon yang belum tertidur, dia sedang menulis buku hariannya. Dia juga membolak-balik lagi buku hariannya saat masih remaja itu.
hehehe.. orang yang katanya mau menunggu Soo Yeon tertidur lalu pergi, malah dia sendiri yang tertidur pulas. Ya.. Jung Woo tertidur lebih dulu.
Soo Yeon mendekati Jung Woo yang tertidur pulas, dia memandangi wajah Jung Woo. “kupikir aku gila” dalam hati dia meneruskan, “putra pembunuh…yang membunuh Lee Soo Yeon ,,, adalah Han Jung Woo..
Perlahan-lahan, Soo Yeon mendekatkan bibirnya pada bibir Jung Woo dan dia menciumnya, Saat Soo Yeon akan mengangkat kepalanya, tiba-tiba tangan Jung Woo memegang lehernya dan menarik kepala Soo Yeon untuk menciumnya lagi. Tak lama kemudian, Jung Woo membuka matanya dan terkejut pada apa yang terjadi.
Reflek Jung Woo langsung mendorong Soo Yeon, dan mereka jadi sama-sama salah tingkah. Jung Woo mendekati SOo Yeon lagi, dan berusaha mencium Soo Yeon, tapi Soo Yeon hanya diam saja tak bergerak.
Sepertinya nafsu laki-laki Jung Woo sedang naik, karena tidak bisa mencium SOo Yeon dari samping… dia memposisikan tubuhnya di atas Soo Yeon. Soo Yeon sendiri masih tak bergerak. Jung Woo terus memandangi Soo Yeon.
Dan tiba-tiba dia menjatuhkan dirinya ke samping, dan mengatakan kalau sekarang sudah hangatDia menyesali apa yang sudah dialakukan pada SOo yeon, “aku jahat… maafkan aku Soo Yeon.”
Dari belakang Soo Yeon menepuk pundak Jung Woo dan berkata, “aku tak bisa hidup kalau kau seperti itu.”
Mendengar ucapan Soo Yeon, Jung Woo terbangun, “Jika kau tak bisa hidup…” Jung Woo menepukkan tangannya di lantai,,”berarti aku harus hidup seperti ini dan mati?” Jung Woo menepuk lantai lagi, “aku tak bisa melakukan itu karena merasa tak adil! kau.. kau tak bisa mati. kau dan aku… “
Soo Yeon menunggu Jung WOo menyudahi kata-katanya.
Tapi Jung WOo malah menutupi wajahnya lagi dan merasa malu dan bersalah karena sudah berpikiran akan melakukan yang tidak-tidak pada SOo Yeon. Soo Yeon memegang pundak Jung Woo dan berterima kasih. Tapi Jung Woo sedang benar-benar ketakutan pada dirinya sendiri, manahan nafsu laki-lakinya, jadi dia menyuruh Soo Yeon jangan menyentuhnya dulu.
Tanpa mereka sadari kalau ibu melihat mereka berdua.
Ibu menutup pintu lagi, dia pun berkata, “anak bodoh, dasar naif… dia pikir Soo yeon siapa bertidak seperti itu? Dia pikir siapa?”
Apa yang dilakukan Jung Woo benar lah ibu… mereka kan belum menikah… gimana atuh….

Bersambung

Sinopsis I Miss You Episode 17 ( Bagian 2 )

Bagikan ke teman: